Busana Pria Jaman Now, Motif Tradisional Tetap Diminati

YOGYA, KRJOGJA.com – Busana pria yang simpel dengan sentuhan motif tradisional kian diminati. Penyematan motif khas Nusantara di beberapa bagian busana membuatnya tak lekang oleh waktu.

Seperti Andar Yusri, seorang desainer yang turut memeriahkan Jogja Fashion Parade (JFP) hari ketiga dengan judul Men Wear 2018. Ia kerap bermain dengan untaian benang-benang yang ditenun menjadi suatu motif elegan. Kali ini, ia memadukan benang warna putih dan kain merah yang bisa dijadikan kemeja maupun blazer, berkonsep ready to wear dan pas untuk pakaian sehari-hari.

Menurut Koordinator Program Asmat Pro Nyudi Dwijo Susilo MPd, pada dasarnya orang membutuhkan baju khusus untuk suatu acara khusus, tidak terkecuali laki-laki yang harus dandan saat ke suatu acara formal.

"Laki-laki butuh dandan juga kalau di acara spesial," ujarnya ketika dijumpai KRJOGJA.com usai JFP bertema Encyclopedia of Indonesia di Galeria Mall, Minggu (18/2/2018). Dengan alasan tersebut, banyak desainer yang memanfaatkan peluang berkreasi pada busana pria.

Acara yang sudah berjalan lima tahun tersebut turut mengundang sejumlah desainer dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Solo, Magelang hingga Bali. "Sampai saat ini, kami memang belum ada seleksi karena bisa dibilang 80 persen desainer yang ikut JFP itu yang muda-muda. Ini sebagai wadah mereka untuk promosi dan terus berkarya," paparnya.

Sebelumnya, Asmat Pro menggelar wisuda bagi 60 siswa modelling dan 18 siswa program MC yang tergabung di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Colour Models Management Asmat Pro.

"Sebenarnya, sebelum mereka lulus dari LKP ini juga sudah sering ikut program acara talkshow. Kami tidak menjanjikan lulusan LKP ini menjadi A, B atau C, tapi yang penting ada perubahan dalam aspek personal, seperti pembawaan diri, berpakaian, bersikap dan bersosialisasi dengan masyarakat," tandas Nyudi.(M-1)

BERITA REKOMENDASI