Cantik dan Cerdas Jangan Dipisahkan

DUNIA kecantikan tak bisa dipisahkan dengan perempuan. Upaya perempuan untuk mempercantik diri juga terus berjalan seiring kondisi jaman dan perkembangan dunia teknologi. Standar kecantikan, tentang perempuan itu cantik, kulit mulus, rambut indah dan lekuk fisik yang bagus, membuat perempuan rela menghabiskan uang, energi dan waktu untuk tampilan yang menarik.

Namun, ternyata ada satu hal yang kurang diperhatikan, yaitu kecerdasan atau smart. Tampil cantik saja tidak cukup, namun harus cerdas. Sehingga pola pikir, tentang standar kecantikan perlu diubah.

Psikolog klinis RSJ Sanatorium Dharmawangsa, Tara de Thouars mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kepercayaan diri perempuan Indonesia. Sempitnya standar kecantikan yang ditunjukkan di Indonesia, menjadi salah satu pemicunya.

"Di mana mereka merasa dirinya tidak mirip dengan standar yang ada, walaupun penduduk Indonesia beragam. Untuk itu saya lihat perlunya kita mengubah pola pikir kita dan standarisasi kita yang terbatas akan kecantikan. Kita harus melihat keberagaman itu justru hal yang baik. Kita semua cantik. Saat
diri pribadi juga menyadari dan menerima keberagaman ini, tentu kita juga menciptakan lingkungan yang melihat keberagaman kecantikan sebagai kekuatan dan keunikan,” jelasTara.

Banyak Argumen

Jika ditanya, apa itu cantik dan mengapa disebut cantik, setiap orang memiliki banyak argumen. Ada yang menyebut, cantik adalah sikap dan sifat yang dibawa perempuan sehingga memiliki keanggunan. Cantik parasnya, cantik pula hatinya.

Tara menyebut, di era sekarang, perempuan harus pintar, cerdas, memiliki pengetahuan yang luas, pandai bergaul, cermat memilih kata-kata, dan pandai memilih dan memilah. Perempuan zaman sekarang, banyak yang mengabaikan sesuatu yang harusnya tidak boleh ditinggalkan oleh perempuan itu sendiri. Layaknya suatu perangko yang tidak bisa lepas dari surat, nah ini cocok digambarkan dengan perempuan; yaitu perempuan tidak boleh dilepaskan dengan kecantikan, dan kecerdasan yang dimilikinya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa perempuanlah yang menjadi role mode untuk kemajuan zaman. Dengan adanya segudang keahlian tersebut, perempuan banyak dituntut untuk selalu berwawasan luas serta memiliki sikap peduli, tanggap terhadap lingkungan.

"Jika perempuan sudah menikah, menjadi istri dan ibu rumah tangga, jangan lupa kewajibannya atas peran istri dan peran ibu. Kesimpulannya, perempuan di zaman ini dinilai sangat penting karena sebuah peran dan sebuah tanggung jawab yang dipegang setiap peran tersebut. Haruslah menjadi perempuan yang tangguh, tidak manja, cerdas, pintar, dan tanggung jawab serta peka terhadap lingkungan,” jelasnya.

Boleh Bermake-up

Sedang dr Ferihana Ummu Sulaym, dokter muslimah yang dikenal dengan kosmetik herbal halal ini menyebut, bermake-up untuk menunjang penampilan, boleh boleh saja. “Namun tentu saja, jangan berlebihan, pakai parfum juga wajar-wajar saja. Kita harus terlihat cakep, indah dipandang apalagi di tempat ibadah. o ya, jangan lupa ya pakai deodorant untuk penghilang bau badan, ini penting,” kata Ferihana pada Kajian Muslimah Safina di masjid Safinatunnajah SD
Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, belum lama ini.

Dikatakan, melakukan perawatan merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah. Jika tampil cantik juga menghormati orang lain. Jika diri sendiri sudah cantik harum, maka orang di sekeliling akan senang . "Jangan cuma rajin selfie lalu posting di medsos saat merasa cantik, tetapi kalau kenyataan tidak seperti foto di medsos. Marilah kita menjadi perempuan yang cerdas, bisa merawat diri dan menempatkan diri. Jangan asal tergiur kosmetik dan melakukan tindakan perawatan yang membahayakan hanya untuk mempercantik diri,” kata Ferihana, konsultan herbal yang juga mendalami estetika kecantikan. (Ati)

BERITA REKOMENDASI