Paes Jogja-Solo Favorit Sepanjang Masa

BANTUL, KRJOGJA.com – Trend busana dan tata rias pengantin terus mengalami perkembangan. Meski demikian, untuk jenis tata rias paes baik Gaya Jogja ataupun Solo tetap menjadi tata rias favorit sepanjang masa.

Salah satu perias spesialis paes, Suryadi Andi Sulistyono atau yang tenar disapa Andy Putra menuturkan beberapa jenis tata rias paes seperti Solo Putri, Jogja Putri, Kanigaran, Paes Ageng Jangan Menir dan sebagainya. Bahkan berbusana muslim juga sering dimodifikasi dengan paes. “Paes menjadi tata rias yang tidak pernah surut penggemarnya. Karena dengan rias pengantin menggunakan paes, pengantin terlihat manglingi dan berbeda. Meski demikian ada beberapa hal yang seyogianya harus diperhatikan dalam proses pengantin adat seperti sesajian,” terangnya.

Beberapa sesaji idealnya wajib dihadirkan dalam prosesi pernikahan adat dimulai dari sesaji Pasang Bleketepe, Siraman, Sesaji, Midodareni dan upacara Panggih. “Saya konsisten menjadi perias pengantin spesialis paes karena tidak semua orang bisa dan konsisten,” tambahnya.

Adapun trend make-up pengantin saat ini yakni flawles bold yakni meski riasan soft namun ada bagian yang harus dipertajam. Misalnya bagian mata (eyeshadow) soft , bagian bibir atau lipstiknya yang dipertajam, atau juga sebaliknya.

Andy Putra, pria asal Purworejo ini sejak kecil memang tertarik dengan dunia pengantin. “Saya mulai merias manten sejak kelas 2 SMA dan pasca SMA saya hanya kursus rias selama 4 bulan. Selebihnya otodidak. Untuk membeli perlengkapan make-up, kostum dan sebagainya, saya menyisihkan uang jajan dan mengumpulkan upah dengan membantu tetangga membungkus es batu,” tambahnya.

Profesi perias, bagi Andy dianggapnya merupakan profesi yang bermanfaat bagi orang lain. Awal mula merias pengantin pada tahun 2001 dibayar Rp 75 ribu.
“Pengalaman saya pernah merias pengantin dibayar dengan ayam goreng dan buah-buahan. Ini karena saya tidak mau meminta upah saat itu karena ia warga kurang mampu,” jelasnya.

Ia kemudian berkomitmen bagi pengantin yatim piatu dan tidak memiliki biaya, ia siap untuk merias secara gratis. (Aje)

BERITA REKOMENDASI