Perhiasan Ini Pancarkan Aura Puteri Keraton

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Sukses pada kolaborasi pertama pada 2019 dengan meluncurkan koleksi “PUSPITA”, Tulola Jewerly kembali berkolaborasi dengan 5 puteri keraton Yogyakarta untuk menciptakan sebuah perhiasan yang terisnpirasi oleh bunga-bunga yang berada di sekitar lingkungan keraton.

Dalam jumpa pers, artis sekaligus founder Tulola, Happy Salma mengungkapkan rasa antusiasnya bisa kembali berkolaborasi bersama lima puteri keraton Yogyakarta,”Kegiatan di Jogja itu indah, dan ingin kita lakukan lagi. Kita riset apa saja bunga yang ada di sana (Keraton), dan ada lima putri keraton dengan berbagai profesi dan kesibukannya. Kita memgangkat pribadi yang terpancar dari masing- masing puteri tersebut, dan kita kreasikan menjadi anting, tusuk konde dan perhiasan yang lain,”tuturnya.

GKR Mangkubumi menambahkan, “Selama ini perhiasaan saat kita menari dengan symbol-simbol yang maskulin seperti naga, untuk puteri seperti pagar (kuncup melati), dan karena keseharian kita dekat dengan bunga seperti melati, kenanga, mawar, dan kemuning. Kali ini kita kreasikan lebih ke bunga. Bunga tidak hanya sebagai tradisi dan ritual saja, dari situ kita tarik bagaimana menjadi perhiasan sebgai harian,”ungkapnya.

Proses pengerjaan produk dilakukan 100 persen pengerjaan tangan dengan pola gergaji, ditatah, dibentuk, dirangkai dengan patri dan finishing memerlukan waktu dua hingga tingga hari untuk setiap produknya. Bahan baku yang dipergunakan stains silver 98 dan solid gold 3 mikro.

Koleksi kemuning terdiri dari 6 koleksi ArtWear limited edition yang merupakan refleksi dari filosofi bunga dan karakter dari Ratu dan 5 puteri keratin. Masing- masing desain diproduksi tiga buah dan pre-order.

GKR Condrokirono menuturkan tentang bagaimana cara kita melestarikan budaya tradisi leluhur,“Tradisi merupakan identitas kita, bagaimana kita bangga dengan tradisi kita yang diturunkan ke generasi-genarasi kita?, salah satu nya dengan Kemuning ini. Desainnya juga disesuaikan dengan milenial saat ini sehingga kita bisa menggunakan perhiasan ini sewaktu-waktu,”tuturnya.

Pameran koleksi Kemuning berlokasi di Nurkadhatyan SPA, Gandhok Royal Ambarrukmo berlangsung selama tiga hari pada 5 – 7 Agustus 2022. Pameran ini tidak hanya memajang koleksi perhiasan Kemuning namun juga melibatkan UMKM lokal. Sebagian dari hasil penjualan Kemuning bakal diserahkan kepada yayasan. (*)

BERITA REKOMENDASI