Puteri Indonesia Kepri Kenakan Gaun Rancangan AKS-AKK Yogyakarta

Kepada Adesti, Andy yang berasal dari Bangka ini, mengajukan 3 rancangan sketsa. Akhirnya terpilih 1 model yang menurut Adesti sesuai. “Setelah bahan utama dan pendukung siap, dilanjutkan pengukuran badan, membuat pola, memotong bahan dengan memperhatikan permainan garis hias, lalu menjahit, dan menyelesaikan busananya,” terang Andy.

Dijelaskan Andy, baju rancangannya mempunyai keunikan di bagian sisi badan dengan potongan kain tile menyerupai gelombang air, yang berada di atas bahan utama. Motif bahan utama adalah ikan dan siput gong gong yang menjadi ciri khas Kepri. Potongan asimetris pada busana cocktail ini menambah bentuk dramatis dalam total look busana agar terlihat berbeda. “Bahan utama berasal dari kain khas Kepri yakni Batik Ikan dan Siput Gong Gong dengan nuansa biru laut,” jelas Andy.

Peran Dosen Apparel Design di AKS-AKK bagi Destivana dan Andy sangat besar. Terutama dalam mengajarkan segala hal penting tentang fashion. Dosen mau memotivasi dan membimbing mahasiswa secara personal satu-persatu untuk mengembangkan potensinya masing-masing. Dari sejak kemampuan untuk membuat sketsa hingga mewujudkan desain rancangan menjadi sebuah busana yang diinginkan dan sesuai dengan acara.

“Di AKS-AKK, kami bisa belajar bagaimana membuat busana yang sesuai dengan tema dan acara. Selain dibimbing, juga dimotivasi agar bisa berkarya lebih giat lagi, rajin mengasah kemampuan di bidang busana, dan selalu mengikuti perkembangan fashion terupdate,” kata Andy.

Kampus AKS-AKK, kata Destivana, konsisten dalam mendukung mahasiswa untuk lebih berprestasi, dan tertantang untuk mencoba hal baru. Agar menjadi generasi penerus yang berjiwa besar, dan bertanggung jawab, yang berwawasan luas, dengan kompetensi yang mampu bersaing di dunia fashion. (*)

BERITA REKOMENDASI