Ramadan, Permintaan Sajadah Anak Melonjak

RAMADAN  membawa berkah. Hal itu dirasakan Rustiningsih, Warga Dusun Kamal Kulon RT 5 RW 10 Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan tersebut kebanjiran order perlengkapan untuk bulan puasa.

Pemilik usaha kerajinan Rus’t craft tersebut sehari-hari membuat sovenir yang berbahan dasar kain perca dan flanel. Pada momentum Ramadan ini, permintaan yang masuk ke tempat dia antara lain sajadah anak, mukena anak serta sarung anak. Dibanding hari-hari biasa permintaannya naik hingga 70 persen.

Dia mengakui permintaan sudah datang sejak sebelum puasa kemarin. Kalau ditotal perempuan 35 tahun tersebut sudah memproduksi 150 potong sarung beserta pecinya, 250 lembar sajadah serta 150 mukena. Untuk harian paling pesanannya hanya 1-2 lusin saja. “Permintaan sajadah memang lebih banyak, karena bisa digunakan untuk laki-laki maupun perempuan,” katanya, Selasa (29/5).

Dikarenakan segmen pasar dia adalah anak-anak mulai dari 1 tahun hingg kelas 6 SD, maka gambar dalam produk buatannya juga harus menyesuaikan dengan karakter anak. Saat ini yang paling banyak peminatnya untuk karakter bus ‘Tayo’ untuk sarung. Sedangkan untuk mukena dan sajadah saat ini masih Doraemon dan Hello Kitty.

Harga jual dari ketiga produk tersebut cukup beragam. Antara Rp 50 ribu hingga Rp 115 ribu. Baik untuk mukena, sajadah maupun sarung. Menyesuaikan dengan ukuran dan tingkat kerumitan dari gambarnya.

Untuk pemasaran, produk buatan Rustriningsih tersebut sudah masuk ke banyak supermarket besar di Yogyakarta. Untuk luar kota kebanyakan di Palembang dan Kalimantan. Selain itu dia juga memiliki outlet sendiri yang berada di komplek Monumen Jogja Kembali (Monjali).

Selain memproduksi dalam jumlah banyak, Rustri yang dibantu 15 karyawan yang semuanya adalah kaum ibu juga menerima orderan sesuai permintaan pembeli. Misalnya ingin karakter khusus dan dikasih nama. (Awh)

BERITA REKOMENDASI