Satu Pekan Kedepan, Taman Pintar Gelar Pameran Batik Kraton

LIBUR akhir pekan ini tak ada salahnya berkunjung ke Taman Pintar Yogyakarta. Selama sepekan ke depan, Taman Pintar menggelar pameran batik yang di antaranya menyuguhkan batik dari Keraton Yogya dan Puro Pakualaman.

Baca Juga: Perajin Batik Yogyakarta Didorong Giatkan Ekspor

Kabid Pengelolaan Taman Pintar, Afia Rosidiana, mengungkapkan, pada pameran ini mengusung tema refleksi dari teknik, simbolisme dan makna filosofis yang melingkupi kain batik. Sejak kehidupan manusia Indonesia mulai dari dalam kandungan hingga akhir hayatnya.

"Kami ingin mengenalkan berbagai motif batik yang melambangkan fase kehidupan masyarakat jawa, khususnya yang dimiliki keluarga Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat dan Kadipaþen Pakualaman," kata Afia, kepada wartawan, Jum'at (20/09/2019).

Dalam pameran tersebut menampilkan tujuh batik dari Kraton yang digunakan dalam prosesi mitoni GKR Hayu dan 10 batik dari Kadipaten Pakualaman dengan koleksi Papedannya.

Rencananya, kegiatan tersebut akan menjadi event tahunan sebagai komitmen Taman Pintar untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap ilmu pengetahuan yang bersumber dari kearifan lokal.

GKBRAA Paku Alam, Gusti Putri menurutkan, pepadan dari Kadipaten Pakualaman memiliki kata dasar 'pada' yang berarti bait. Pepadan adalah gambar tertentu yang digunakan untuk menandai pergantian pupuh tembang dalam satu teks.

Batik pepadan yang ditampilkan salama pameran ini diantatanya Maskumambang, Mijil, Sinom, Kinanthi, Asmarandana, Gambuh, Dhandhanggula, Durma, Pangkur, Megatruh dan Pocung.

Baca Juga: Majukan Motif Maupun Teknik Tekstil Tradisional di ASEAN

"Masing-masing mewakili fase hidup manusia, mulai dari dalam kandungan sampai kematian," ungkapnya.

Selain pameran, dalam kegiatan ini pengunjung juga dapat berpartisipasi aktif dengan belajar mewiru dan membatik dari Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. (Ive)

BERITA REKOMENDASI