Sujati, Sulap Karung Goni Bekas Jadi Tas Bernilai Tinggi

SEKILAS tas ransel buatan Sih Sujati tampak biasa. Namun, setelah di perhatikan dengan seksama ternyata tasnya terbuat dari karung goni bekas. Selain ransel, warga Dusun Ngangkruk RT 01 RW 04 Desa Caturharjo Kecamatan Sleman tersebut juga membuat tas wanita.

Meskipun terbuat dari limbah, bukan berarti tas dari karung goni buatan Sih menjadi 'murahan'. Dikolabirasikan dengan bros yang juga terbuat dari bahan bekas, tas karung goni tetap tampak cantik nan elegan.

Sih mulai berkreasi dengan karung goni sejak dua tahun yang lalu. Ide-ide tersebut dia dapat setelah komunikasi antar teman yang juga memanfaatkan limbah. Tidak sulit bagi perempuan 46 tahun tersebut mendapatkan karung goni bekas. "Di pasar banyak. Sama di tukang rongsok juga bisa. Saya beli seharga Rp 15-20 ribu perlembar," katanya, Minggu (16/12/2018).

Untuk satu karung goni berukuran besar, bisa menghasilkan dua tas besar. Sedangkan dua karung goni kecil, bisa menjadi tiga tas. 

Meskipun terbuat dari karung goni bekas, Sih menjamin jika tas kreasinya tidak gatal. Karena sebelum dijahit, karung goni tersebut dia cuci hingga lima kali menggunakan detergen biasa. "Dicuci berulang-ulang biar tidak gatal. Bagian dalam tas juga saya kasih puring, jadi tetap kuat," katanya.

Untuk pemasaran, Sih masih berdasarkan pesanan. Sejauh ini, dia sudah pernah mengirim tas ke Padang hingga Palembang. Selain itu dia juga rutin mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Satu tas karung goni buatannya dijual dengan harga Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu. Untuk pesanan didominasi tas perempuan. Sedangkan tas ransel baru beberapa saja. (Atiek Widyastuti H)

BERITA REKOMENDASI