Sutera Terbaik Tunggu Turis Tawau

MAKASSAR, KRJOGJA.com – Sutera salah satu komoditi terbaik milik Sulawesi Selatan (Sulsel). Kualitasnya prima, warna oke, dan motifnya unik. Produk unggulan ini sudah menunggu kehadiran wisatawan asal Tawau, Malaysia. 
 
Tidak hanya wisatawan, sutera berkualitas ini juga siap menyambut peserta Indonesia Tourism Table Top (ITTT) Sales Mission Makassar for Tawau. Sembari menikmati city tour, mereka juga merasakan sutera terbaik karya Negeri Para Daeng. Sutera-sutera ini dipajang berjejer pada galeri di sepanjang Jalan Gunung Lompobattang, Makassar.
 
“Sutera dari Sulsel sudah terkenal sebagai yang terbaik. Ini kesempatan mereka untuk mengeksplorasi destinasi Sulsel. Dengan potensinya, sutera sangat potensial ditawarkan bagi wisatawan Tawau, Sabah, Malaysia. Harga-harga sutera di sini juga terjangkau,” ungkap Fungsi Ekonomi Konsulat RI di Tawau Septania Ruby Prameswari, Kamis (8/11).
 
Sulsel menjadi pemasok 90% sutera di Indonesia pada 2015. Kapasitas produksi sutera Sulsel mencapai 8 ton. Basis industri ini berada di Sopeng, Wajo, dan Enrekang.
 
“Kualitas sutera Sulsel ini nomor 1 di Indonesia. Sutera di sini banyak peminatnya, terutama wisatawan yang datang ke Makassar. Kami produksi sendiri. Produksi benang diambil dari Sopeng dan Enrekang. Wajo khusus pemintalannya, meski di Makassar juga ada tapi tidak banyak,” tutur Pelaku UMKM Tenun Sa’be Belo Rustam asal Sengkang, Wajo.
 
Pemintalan benang sutera Wajo menghasilkan beberapa produk, seperti kain dan sarung. Pengerjaannya dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) dan manual (badoka). Sebagai ilustrasi, untuk menghasilkan 1 lembar sarung (ukuran 2 meter) secara manual diperlukan waktu 1 bulan. Bila menggunakan ATBM, 1 lembar kain sarung dengan ukuran serupa hanya dikerjakan dalam waktu 1 hari.
 
“Optimalisasi alat manual dan ATBM tetap dilakukan. Semua memiliki segmentasi pasar sendiri-sendiri. Kadang kami juga harus mengejar waktu dan kapasitas produksi, makanya ATBM yang dioptimalkan,” jelasnya lagi.

Sedikitnya, ada 50 motif kain sutera yang ditawarkan dari Sulsel. Beberapa motif yang familiar diantaranya, Coboh, Lagosi, Pucuk, dan Logoh. Sedikit gambaran, motif Coboh biasanya dipakai untuk acara penting dan sakral, termasuk pengantin raja.  Sulsel juga mengembangkan motif Lontara. Motif berupa aksara daerah Bugis-Makassar. (*)
 

BERITA REKOMENDASI