Tari Made Komitmen Lestarikan Batik Nusantara

Editor: Ivan Aditya

PESONA batik memang sudah mendunia. Tak heran banyak pembatik maupun perancang busana terus berkreasi untuk menciptakan motif-motif baru batik. Namun yang harus diingat, dalam batik terdapat pakem tersendiri yang tak boleh dilanggar. Inilah yang dijadikan pegangan desainer Tari Made dalam setiap karyanya.

Perancang busana senior yang kondang dengan brand ‘Saka Made’ ini begitu dikenal dunia fashion dengan kreasi batik dalam setiap karyanya. Sentuhan batik dipadukan busana elegan baik bagi pria maupun perempuan dengan tema-tema tertentu yang menginspirasinya.

“Saya sangat menghormati batik sebagai karya peninggalan leluhur bangsa ini. Saya mencoba melestarikan dengan cara sendiri agar batik selalu dikenal dunia,” kata Tari Made saat memamerkan karya terbarunya dalam gelaran ‘Aira Fashion On Tige Spot’ di Atrium Hartono Mall beberapa waktu lalu.

Motif batik kontemporer selalu dipilih Tari Mede. Jalur kontemporer sengaja dipilih agar dirinya bisa bebas berkreasi dan menuangkan apa saja ide dalam pikirannya untuk dituangkan dalam selembar kain.

Namun yang pasti, walau bebas berkreasi tetapi pantang bagi Tari Made untuk menabrak pakem batik yang selama ini sudah ada. Ia tetap mengikuti proses membatik tahap demi tahap seperti apa yang telah dilakukan para pendahulu saat pertama kali menciptakan batik.

“Saya tidak mau manggnggu pakem batik karena batik itu nilai yang luhur bangsa ini. Kalau batik harus dibuat langsung dengan tangan menggunakan canting dan malam, itu pula yang harus saya lakukan,” tandasnya.

Termasuk soal motif, ia tak mau bermain-main dengan motif batik yang telah diciptakan para pendahulu. Tari Made lebih memiliki menciptakan motif baru tanpa mengganggu pakem motif lama yang sudah ada

“Kita harus benar-benar memahami berbagai motif batik baik yang berasal dari Cerebon, Yogya, Solo maupun daerah lainnya. Saya tidak mengubah itu, justru kita harus menghormati dan melestarikannya,” kata Tari Made.

Seperti saat ajang ‘Aira Fashion On Tige Spot’, Tari Made terinspiprasi dengan flora dan kekayaan hayati nusantara. Dengan tema ‘The Soul of Wastra’, Tari Made menampilkan motif batik dengan berlatar dasar warna monokrom hitam putih yang diberi sedikit sentuhan orange maupun merah.

Sebanyak 16 busana karya batik ia kolaborasikan dengan tenun ikat serta tenun Bali. Perpaduan ini mampu memancarkan kesan elegan serta eksklusif bagi siapa saja yang mengenakan rancangan tersebut.

Desainer yang pada Februari tahun depan akan mengikuti fashion show di New York Amerika Serikat ini mengajak pembatik maupun perancang busana tanah air untuk terus mengabadikan batik dengan cara terus memproduksi karya-karya terbarunya. Ia tak menginginkan batik nusantara ini hilang dan justru tergantikan oleh karya seni kain dari negara-negara lain.

“Soalnya batik sudah ada di degara lain. Ternyata di Afrika sendiri karya itu hampir mirip batik coraknya. Ayo Indonesia kita harus tertantang, kita harus terus berkarya agar batik tetap dikenal dunia,” pungkasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI