The Heritage: Batik For The World

BANTUL (KRjogja.com) – Event akbar Jogja Fashion Week 2016 yang mengusung tema The Heritage: Batik for The World secara resmi dibuka Rabu (24/8/2016) di Jogja Expo Center (JEC). Insan fashion di DIY dan seluruh Indonesia ikut serta di event yang secara langsung dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X.  

Dalam sambutannya, Sultan menyampaikan harapannya agar event Jogja Fashion Week ke-11 tahun 2016 ini bisa ditempatkan sebagai titik awal Jogja International World Batik pada Oktober 2016 mendatang. Batik menurut Sultan merupakan modal budaya penting karena sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco.

"Batik hidup dan tumbuh sebagai bagian dari industri kreatif yang bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat dengan filosofi mendalam dalam polanya yang menceritakan siklus hidup manusia. Saya harapkan Jogja Fashion Week bisa membawa efek positif terutama bagi masyarakat dan menjadi trend center di mana tema Heritage yang menggunakan rancangan masa dahulu untuk menjadi inspirasi fashion dunia semakin memasyarakatkan batik," ungkapnya.

Sementara Afif Syakur Ketua Pelaksana Jogja Fashion Week 2016 mengatakan gelaran kali ini diikuti lebih dari 100 desainer dari Yogyakarta dan beberapa daerah lain di Indonesia. Ratusan karya akan ditampilkan baik di atas catwalk maupun di hall Jogja Expo Center 24-28 Agustus 2016 ini.

"Ada lebih dari 200 karya yang ditampilkan di  pameran Jogja Fashion Week kali ini. 100-an desainer dari Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya juga turut menampilkan karya  batik nusantara yang keragamannya sangat banyak," ungkapnya.

Dalam pembukaan JFW 2016 kali ini para kepala dinas perempuan dan laki-laki serta pejabat pemerintahan ikut serta menjadi model memperagakan busana karya desainer DIY. Hal tersebut cukup menghibur para tamu undangan yang hadir di pembukaan JFW 2016 ini. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI