Waspada! Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya

JAKARTA (KRjogja.com) – Seiring dengan berkembangnya inovasi dan tren kecantikan, banyak bermunculan berbagai brand kosmetik. Sayangnya, masih saja ada bahan-bahan berbahaya yang dipakai oleh produsen kosmetik, terutama untuk cream pemutih wajah.

Dr Mufti Anam, Dipl.AAAM, pakar kulit dan kecantikan dari Maxine Aesthetic Clinic menjelaskan bahwa tidak semua cream wajah memberikan dampak penyembuhan efektif tehadap kulit wajah. Banyak cream wajah yang digunakan, justru hanya bersifat mengendapkan pada lapisan kulit dan bukan mencerahkan.

Dia menjelaskan, pada dasarnya wanita yang menggunakan kosmetik tentu ingin mempunyai wajah yang putih dan juga cerah. Alasan selanjutnya adalah ingin mempunyai wajah yang bebas dari jerawat. Namun, sayang banyak yang salah dalam prosesnya.

"Sejauh ini obat kecantikan banyak mengandung zat Hydroquinone. Sebenarnya Hydroquinone adalah bahan yang sangat berbahaya dan merupakan bahan kimia yang kuat," ujar dr Mufti Anam.

Ia menjelaskan, penggunaan Hydroquinone pada kosmetik hanya dibolehkan standarnya di Indonesia 2 sampai 5 persen, jika melebihi batas tersebut akan berbahaya, itupun harus dengan menggunakan resep dokter. Dr Mufti mengakui tidak ada obat terbaik untuk memutihkan kulit wajah selain Hydroquinone.

Namun, kata pria yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Darus Sholah, Jember itu jika penggunaan Hydroquinone secara lama dapat berdampak okronosis (biru kehitaman) pada kulit wajah dan akan menimbulkan kanker kulit.

Atas dasar temuan itulah, pria yang menamatkan Pendidikan Dokter di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya sejak 2007 itu bersama salah satu Dr dari London, melakukan penelitian untuk membuat cream dimana kandungan kream tersebut setara dengan kinerja Galactomyces, sebagai antioksidan untuk kulit. Sehingga kulit akan terus terjaga kesehatannya dan tampak cerah alami. Cream yang diciptakan tersebut mempunyai kinerja untuk mengurangi dari reduksi dari Hydroquinone.

"Kerja Galactomyces ini dapat menyelesaikan permasalahan pada kulit dan bukan bersifat mengendapkan, sehingga lebih baik bagi kulit," ucap dokter yang meraih sertifikasi keahlian estetika medis dari American Academy of Aesthetic Medicine California tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI