Yogya Fashion Runway Bangkitkan Semangat Insan Mode

Editor: Ivan Aditya

PANDEMI Covid-19 membuat kancah fesyen terdampak. Peragaan busana yang sering jadi barometer perkembangan fesyen, ikut terhenti. Jika ada, hampir semuanya daring.

Yogya Fashion Runway yang dihelat virtual, salah satu upaya menyemangati para desainer, sekaligus membuka peluang pasar di kancah internasional.

Acara yang diadakan Disperindag DIY dan digarap Rumah Pentas dikomandani Tosa Santosa dan Essy Masita berlangsung di Royal Ambarukmo Palace Hotel Yogya, 12-15 November 2020.

Sejumlah desainer papan atas Jateng-DIY terlibat di acara ini. Yaitu Sugeng Waskito, Phillip Iswardono, Afif Syakur, Bemberg, Essy Masita, Uzi Fauziah, Nadi Karmadi, Louis Ang, Indria Aryanto, Anthok Kalarie, Matius Indarto, Astrid Ediati, Anteng Hadiyati, Hanif Chili, Dadang Koesdarto, Brahm Italia, Owens Joe, Haryanto, Gege Dejong, dan Djongko Rahardjo.

Acara yang tiap harinya berdurasi setengah jam, direspons positif para perancang busana. “Meski virtual, peragaan busana ini bisa menggairahkan kancah mode. Menjadi ajang silaturahmi para desainer,” ujar Dadang, perancang busana senior Yogya.

Sugeng Waskito tak kalah antusias. “Jadi punya semangat berkarya. Apalagi acara ini difokuskan ke pemasaran luar negeri. Bertujuan membidik pasar ekspor. Siapa tahu karya teman-teman perancang busana yang ikut acara ini, dilirik pembeli manca negara,” papar Sugeng Waskito yang spesialis mengolah batik kontemporer.

Kesungguhan para perancang terlihat. Essy Masita mengusung tema ‘Jamila’. Astrid Ediati (Klaten) memilih ‘Sincerity’ dan ‘Puspa Pesona.’ Perancang Solo Uzy Fauziah menampilkan ‘Comfortale Lining’. Anteng Hadiyati dengan ‘Truntum.’ Sementara perancang busana Cilacap Indria Aryanto mengusung ‘Confuse’

Meski hanya untuk konsumi virtual, peragaan busana yang dikoreograferi tiga serangkai: Uyik, Anto Samurai, dan Fikram, mendatangkan peragawati kelas atas.

“Senang bisa jadi salah satu model Yogya Fashion Runway. Apalagi yang ikut perancang busana senior semua. Bangga,” ujar Ayu Sekar Wijang (25), peragawati asal Surakarta. (Latief Noor Rochmans)

BERITA REKOMENDASI