Yovita Setyaningsih, dari Tas Rotan Hingga Menjadi Desainer

Editor: Ivan Aditya

NAMANYA terbilang baru dalam dunia fashion, namun karya-karya rancangannya tak bisa dipandang sebelah mata. Yovita Setyaningsih dengan brand Manggar Natural menghadirkan nuansa baru yang akan memperkaya warna-warni panggung peragaan busana. Tidak ketinggalan, tas anyaman rotan yang telah membesarkan namanya selalu menyertai dalam setiap rancangan.

Yovita Setyaningsih atau yang lebih dikenal dengan nama Yovie Asdi awalnya menggeluti dunia desain tas anyaman rotan. Tak heran brand yang diusungnya bernama Manggar Natural, yang berarti bunga kelapa (Manggar) dan alami (Natural) dimana dapat diartikan sebagai anyaman alami.

Yovie memulai rancangan tas anyaman rotan sejak tahun 2009. Bermula dari kegemarannya menggambar tas, berbagai rancangan berhasil ia ciptakan hingga akhirnya satu karya yang memiliki nilai dapat tersaji.

“Awalnya dari tas, belum mengenal fashion show. Bermula dari skala kecil kemudian baru berani memproduksi masal untuk dimasukkan ke toko-toko maupun menerima pesanan,” kata Yovie ditemui beberapa waktu lalu disela perhelatan ‘Aira Fashion On The Spot’ di Atrium Hartono Mall.

Perlahan namun pasti rancangan tas anyaman rotan Yovie mulai dikenal penikmatnya, hingga akhirnya pada tahun 2013 pasar ekspor mulai meliriknya. Tak tanggung-tanggung segmentasi pasar Jepang berhasil Yovie tembus dan Manggar Natural mulai dikenal di Negeri Sakura.

Permintaan pasar yang dinamis membuat Yovie harus lebih kreatif dan inovatif dalam setiap rancangannya. Desain natural dengan warna-warna cokelat selalu ia usung untuk memperkuat kesan asli rotan yang diambil dari hutan pedalaman nusantara.

Enam tahun bergelut dengan pengiriman ekspor tas anyaman rotan, namun akhirnya kegiatan itu semua terpaksa berhenti. Badai Covid-19 tahun 2019 hingga sekarang membuat Yovie tak bisa lagi mengekspor karya-karyanya ke Jepang maupun negara lain di Asia.

Yovie tak mau berdiam diri, walaupun pandemi mengurung diri namun hal itu tidak menghentikan ide serta pemikirannya untuk terus brekreasi. Yovie terus merancang dan memproduksi tas anyaman rotan yang telah membesarkan namanya.

“Inilah awalnya saya mulai merambah fashion. Banyak pelajaran berharga yang dapat saya petik hingga akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia itu,” imbuhnya.

Awalnya Yovie belum sepenuhnya terjun dalam dunia fashion sebagai perancang busana, ia hanya memamerkan tas-tas rancangannya untuk disertakan melengkapi setiap pementasan para desainer yang ia kenal. Dari situlah Yovie mendapat masukan serta dukungan untuk mencoba terjun langsung sebagai perancang busana.

“Sempat ragu dan kurang percaya diri, namun jika dipikir-pikir pada intinya sama-sama merancang. Bedanya dulu merancang tas, namun kini merancang busana,” kata Yovie.

Mulai itulah Yovie memberanikan diri merancang busana sendiri. Pada tahun ini Yovie resmi menjadi seorang fashion desainer sejajar dengan perancang busana lainnya. Walau pendatang baru namun karya-karyanya sama indahnya dengan perancang busana lain yang telah lama eksis .

Karya-karya Yovie sering mengangkat tentang kehidupan bawah laut. Kegemarannya menyelam menginspirasi dirinya untuk membuat busana bertemakan laut dengan berbagai motif di dalamnya seperti ikan, karang, kura-kura bahkan hingga terumbu karang.

“Ini sekaligus mengobati kerinduan saya dengan dunia bawah laut. Keindahannya, kehidupannya hewani di dalamnya serta pemandangan indahnya yang saat ini jarang saya rasakan,” ujarnya.

Satu yang menjadi ciri khas Yovie dalam setiap busana rancangannya yaitu selalu menyertakan tas anyaman rotan yang dibawa para model cantik di atas catwalk. Apa yang dilakukannya sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai perancang busana yang juga sekaligus perancang tas.

“Ciri khas pasti akan menampilkan tas anyaman rotan, karena dari tas itu saya bisa ke mana-mana sampai luar negeri. Jadi apa pun baju saya, tas anyaman rotan selalu ada di atas panggung,” pungkas Yovie. (Van)

BERITA REKOMENDASI