Begini, Rahasia ‘Lahirkan’ Perkutut Kelas Lomba

BERBURU perkutu kelas juara tak harus datang langsung ke pemilik atau peternaknya, namun dapat juga secara online. Ketika calon pembeli sudah mendengar kualitas suaranya, lalu ada kesepakatan harga, uang ditransfer dan perkutut pun segera dikirim dengan jasa paket.

Setelah dirawat semaksimal mungkin, perkutut trah juara banyak berpeluang meraih juara dalam latihan bersama (latber) maupun lomba. Hal ini telah dibuktikan sendiri oleh kung mania atau penggemar perkutut asal kawasan Jalan Pramuka Yogya, Eko Djati. I

Dia merasa senang dan bahagia memiliki perkutut kualitas lomba.  Satu di antaranya yang  bernama  Segitiga Bermuda dan berhasil menjadi juara V Kelas Dewasa Yunior pada lomba perkutut tingkat nasional Paku Alam Cup 2017, belum lama ini. "Dari dua puluh besar Kelas Dewasa Yunior, perkutut asal DIY hanya ada empat yang masuk. Alhamdulillah, Segitiga Bermuda berada di urutan kelima,” ungkap Eko.

Menurut Eko sebagian perkutut jawaranya diperoleh dari beberapa peternak luar Yogyakarta. Namun ada juga yang diperoleh dari teman SMA-nya, Khairudin Deky yang tinggal di kawasan Geplakan Sleman.  Perawatan paling penting, antara lain ia rutin memberikan kacang hijau yang sudah direndam air hangat dengan dilolohkan. Selain itu secara berkala diberi jamu atau pil khusus untuk perkutut yang dibelinya secara online. "Pemberian jamu cukup seminggu sekali. Tak kalah penting perlu dijemur  setiap hari dari pagi sampai mendekati zuhur," tandasnya.

'Kung Mania' asal Jalan Babaran Yogya yang juga ketua Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) DIY, Suyanto mengungkapkan perkututnya bernama Kresna mampu menjadi juara X pada Kelas Dewasa Yunior. Perkutut jawara ini pun pernah beberapa kali moncer dalam latber maupun lomba perkutut di beberapa tempat.  

"Adapun perawatan penting yang dilakukan untuk perkutut kelas lomba, antara lain rata-rata seminggu dimandikan. Ditambah rutin memberikan minyak ikan, suplemen serta obat cacing." (Yan)

BERITA REKOMENDASI