Hati-hati di Jalan, Hukuman Bagi Pelaku Tabrak Lari Ngeri Bro..

KASUS tabrak lari masih banyak terjadi di Indonesia. Setelah menabrak kendaraan lain atau pejalan kaki, penabrak langsung melarikan diri. Beberapa beralasan takut dihakimi massa. 

Daripada melakukan tindakan tak manusiawi, penabrak sebaiknya mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jika lari, hukuman yang diterima malah bisa lebih berat. 

“ Jika terjadi kecelakaan, pengendara yang terlibat hal ini sebaiknya tidak melarikan diri. Pengendara harus bertanggung jawab,” tulis Korlantas Polri, dikutip dari akun Instagram @dikmaslantaspolri, Kamis (25/7/2019).

Korlantas Polri menyebut aturan ini tertuang dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam pasal 231 ayat 1, pengendara kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan wajib menghentikan kendaraan yang dikemudikan, lalu memberikan pertolongan kepada korban.

Penabrak juga harus melaporkan kecelakaan kepada kepolisian terdekat dan memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian kecelakaan.

Korlantas Polri menyebut penabrak yang memilih melarikan diri usai penabrakan malah bisa ditetapkan sebagai tersangka.

“Jika pengendara tersebut tidak bertanggung jawab, meninggalkan TKP, status bisa berubah menjadi tersangka kasus tabrak lari,” tulis instansi ini.

Polri menyebut sanksi yang diterima pelaku bisa lebih berat. Menurut pasal 312 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pelaku tabrak lari bisa dijerat pidana paling lama tiga tahun atau denda maksimal Rp75 juta.

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat tanpa alasan yang patut, dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp75 juta,” bunyi pasal 312.(*)

BERITA REKOMENDASI