Ikan Cethul Kini Juga Diburu

IKAN cethul atau cetol banyak hidup liar seperti di sungai, sawah dan kolam. Selain itu layak juga dibudidayakan, sebab hasil panenannya kian diburu. Pasalnya, ikan ini antara lain bisa untuk pakan ikan-ikan predator, burung murai bahkan bisa dijadikan bahan membuat rempeyek.

Alasan seperti ini menjadikan Ramadhani asal Yogya semangat untuk membudidayakan cethul seperti dipelihara di akuarium dan bekas kolam taman. Tak jarang pemilik ikan predator serta burung murai maupun poci rutin ke rumahnya untuk membeli cethul. “Sampai saat ini saya menyediakan stok ikan cethul cukup di akuarium dan bekas kolam taman. Saya biarkan dalam jumlah banyak, akan beranak-pinak. Kalau ada kesempatan mencari cethul-cethul di sungai, saya tambahkan juga, jadi berusaha agar tak sampai kehabisan stok,” jelasnya, baru-baru ini.

Menurutnya, dalam menjual cethul bukan model ditimbang atau dihitung per ekor. Tapi setiap satu genggam, saat ini rata-rata dibanderol Rp 5.000 atau Rp 10.000 setiap dua genggam. Ketika ketersediaan cethul semakin sulit, ia meyakini akan bisa semakin mahal ke depannya. Apalagi jenis ikan ini diyakini punya banyak kandungan gizi serta bisa sebagai sumber antioksidan ketika diolah menjadi makanan dan rutin dikonsumsi manusia.

“Ketika rutin diberikan ke satwa seperti ikan-ikan predator, bahkan satwa yang senang makan ikan antara lain kucing dan beberapa jenis burung ocehan, saya yakin satwa-satwa bisa bagus pertumbuhannya maupun terjaga kesehatannya,” tandas Rama.

BERITA REKOMENDASI