Jumlah Kucing dan Anjing Naik Tajam Saat Pandemi, Uni-Charm Buat Toilet Anti Bau

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 ternyata menambah signifikan jumlah populasi hewan peliharaan kucing dan anjing. Berdasar data Euromonitor 2021, populasi peliharaan kucing di Indonesia meningkat dari tahun 2017 ke 2021 sebesar 129 persen.

Hal tersebut membuat PT Uni-Charm Indonesia Tbk berinovasi meluncurkan Deo-Toilet untuk kucing dan Deo-Sheet untuk anjing. Inovasi itu dibuat sebagai kontribusi di dalam penyediaan lingkungan yang sehat dan higienis agar pemilik dan hewan peliharaan dapat hidup berdampingan dengan bahagia.

Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk Yuji Ishii menjelaskan saat ini beberapa hal belum bisa dipenuhi masyarakat pemilik peliharaan yakni penyaringan bau, kepraktisan dan kemudahan pembersihan. Deo-Toilet untuk kucing dan anjing kreasi Uni-Charm dibuat untuk bisa mewujudkan kebersihan dan meminimalisir bau meski diletakkan di dalam ruangan tertutup selama 1 minggu.

“Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Unicharm Jepang mengenai produk perawatan ekskresi anjing, kami mengetahui bahwa tidak bocor, kaki anjing tetap kering dan penyaringan bau adalah 3 kebutuhan utama bagi para konsumen, yang mana kami menilai bahwa hal ini juga menjadi kebutuhan bagi para pemilik anjing di Indonesia. Deo-Toilet untuk kucing bisa menghilangkan bau toilet kucing di dalam rumah karena menggunakan sistem penyaringan 2x lipat dengan pasir menyerap bau yang tidak menggumpal dan sheet antibakteri 99.9 persen. Keunggulan lain, juga sangat mudah diganti, mengurangi sampah sebanyak 58 persen, dan dapat membantu pemelihara untuk memonitor kondisi kesehatan kucing dengan cara melihat warna urin kucing yang tersaring pada sheet antibakteri, serta, design Deo-Toilet dibuat untuk memberikan kenyamanan bagi kucing,” ungkapnya dalam rilis tertulis pada KRjogja.com, Rabu (5/1/2022).

Unicharm sendiri memiliki 17 target SDG’s (Sustainable Development Goals) dan Deo-Toilet merupakan nomor 12. Perusahaan tersebut berkomitmen terus membantu bertanggungjawab dalam penciptaan dan penggunaan. Salah satu Ethical Living for SDG’s yakni menganggap hewan sebagai partner, memikirkan dan berkontribusi pada kesejahteraan.

“Untuk kedepannya, melalui kegiatan bisnis perusahaan dengan menyediakan produk dan pelayanan, kami akan terus berusaha untuk memecahkan masalah konservasi lingkungan dan sosial serta berkontribusi pada perwujudan SDG’s,” tutup Yuji Ishii. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI