Kata Komunitas Soal Sepeda Brompton yang Diambil dari Nama Gereja

YOGYA, KRJOGJA.com – Demam sepeda lipat merk Brompton di Indonesia sungguh luar biasa. Desain prestisius dan elegan membuat harga sepeda merk tersebut melambung tinggi khususnya di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Brompton diciptakan oleh Andrew Ritchie (73), pria asal Surrey Inggris yang dahulu berprofesi sebagai tukang kebun. Pada 1975, Andrew yang lulus dari Cambridge University merancang sepeda lipat yang di wilayah South Kensington, London.

Saat merancang sepeda lipat, Andrew tinggal di apartemen yang berada tepat diseberang Brompton Oratory atau dikenak juga sebagai Gereja Immaculate Heart of Marry. Ia lantas terinspirasi dan menggunakan nama Brompton untuk sepeda lipat yang diciptakannya.

Beberapa waktu terakhir, fakta ini menjadi gorengan isu di Indonesia. Beberapa pihak memanfaatkan karena melihat adanya orang yang sensitif dengan isu-isu semacam ini.

Chandra Widyanto, Ketua Komunitas Brompton Yogyakarta mengatakan sepeda lipat tersebut mendapat tempat tersendiri di kalangan pesepeda karena desain dan lipatan terbaik yang dirancang. Belakangan, peminat sepeda ini terus naik di Indonesia yang ditandai dengan ikut meroketnya harga karena semakin dicari orang.

“Sepeda ini ringkas, punya lipatan terbaik yang fungsional. Bagi kami, sangat menbantu terutama yang memang berkomuter di kota, sering keluar kota atau keluar negeri. Bisa dibawa ke manapun,” ungkapnya ketika dihubungi KRjogja.com, Minggu (16/8/2020).

BERITA REKOMENDASI