Kicau Mania, Rutin Dijemur Agar Branjangan Gacor

SEBAGIAN kicau mania lebih senang memelihara ataupun mengoleksi burung berkicau jenis branjangan. Burung berkicau ini diyakini memeliki karakter khas tersendiri, misalnya tampilan bulu mirip batik, kicauannya merdu dan polah tingkah unik seperti senang terbang vertikal meski berada di dalam sangkar.

Berbagai perawatan penting pun perlu diterapkan agar branjangan lebih berpeluang rajin berkicau atau gacor. Sejumlah penggemar branjangan, seperti Ali Imron asal kawasan Jalan Kabupaten Sleman sudah menerapkan beberapa kiat penting agar branjangan lekas gacor. Satu di antaranya penjemuran rutin pada pagi hari saat cuaca cerah sampai kisaran pukul 11.00, lalu dilanjutkan tahap mengangin-anginkan sekitar 30 menit. Saat diangin-anginkan, branjangan akan terlihat merasa nyaman dan senang.

“Branjangan menurut saya termasuk burung berkicau atau ocehan dengan karakter unik, tak jarang saat berkicau gaya sayapnya sambil ngleper-ngleper. Di dalam sangkar diberi batu apung sering digunakan untuk bertengger, lalu di dasar sangkar ada serbuk batu bata merah biasa digunakan untuk mandi atau kekipu,” jelas Ali, Jumat (29/3/2019).

Ditambahkan, terutama branjangan berasal dari kawasan Srikayangan Kulonprogo dikenal mempunyai kualitas unggul, misalnya suara lebih bagus, postur tubuh lebih panjang, warna agak kuning dan batikan pada bulu-bulu tampil khas. Adapun pakan hariannya, ia rutin memberikan jenis biji-bijian dengan meracik atau mencampur sendiri, terutama ada milet, kenari seed dan padi Bangkok. Secara berkala diberi juga pakan yang dibeli di kios pakan burung serta sudah diracik, campuran sejumlah jenis biji-bijian. Lalu pakan tambahannya dari satwa serangga, yaitu ulat kandang serta jangkrik mbering yang diberikan pada pagi sertaa sore hari.

“Pakan wujud kroto biasa saya beri seminggu sekali. Kalau sudah rajin bunyi kadang ada yang tak diberi kroto, agar tak ketagihan. Apalagi pada musim penghujan sering kesulitan mencari kroto dan harganya bisa lebih mahal,” bebernya.

Soal sangkar branjangan, lanjut Ali, penting untuk menghindari yang terlalu kecil, sebab menjadikan branjangan tak merasa nyaman ataupun mudah stress. Idealnya tinggi sangkar minimal 100 centimeter dan lebarnya minimal 70 centimeter. Alasannya, antara lain jenis burung ini tergolong lincah dan gemar meloncat-loncat. Bahkan biasa terbang vertikal sembari berkicau, sehingga dengan sangkar yang panjang dan lebar akan menjadikan branjangan lebih bebas berekspresi.

“Branjangan yang berada di alam, senang juga terbang vertikal. Bahkan senang terbang di awang-awang sambil berkicau merdu. Ocehan ini piawai juga menirukan suara ocehan jenis lain,” imbuh Ali. (Yan)

BERITA REKOMENDASI