Menggeluti Tanaman Hias, Dari Hobi Menuju Penopang Kehidupan

Editor: Ivan Aditya

GAYA hidup masyarakat sekarang tidak cukup akan kebutuhan pangan dan sandang, ternyata hobi tanaman hias pun menjadikan kehidupan lebih nyaman ‘ayem tentrem’ penuh kedamaian. Tidak sedikit kini keluarga membuat ‘taman pribadi’ memanfaatkan tanah pekarangan maupun tempat-tempat tertentu sudut rumah demi kenyamanan kehidupan sehari-hari. Mereka dengan telaten dan kreativitas masing-masing, berusaha memanjakan diri dengan aneka tanaman hias.

Bermodal itulah Evie Rostiana warga Beran Lor RT 03/RW 21, Tridadi, Sleman membidik pasar tersebut, yakni membuka usaha penjualan aneka tanaman hias. Sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pengurus DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Sleman, semula membuka usaha bidang Tour & Travel CV Piknik Tour Jogjakarta. Selama pandemi Covid-19 usahanya berhenti total tidak bisa beroperasional lantaran pembatasan dan sosial distancing. “Tidak ada orang piknik atau berwisata lagi, akibatnya usahaku gulung tikar, berhenti total,” ujar Evie Rostiana di rumahnya.

Didampingi Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi HIPPI Sleman, Krisamyono Mukti lebih lanjut Evie berceritera, sejak pandemi Covid-19 dirinya banting stir, dari usaha tour dan travel membuka usaha penjualan aneka tanaman hias dengan nama ‘Tanaman Hias Flea 27’. Modal awal Rp. 5 juta bertempat di lahan pekarangan rumahnya seluas 150 meter persegi Jalan Cendrawasih 2, Beran, Tridadi, Sleman.

Ternyata usaha Evie membuahkan hasil yang menggembirakan, banyak pembeli dan suka akan tanaman hiasnya. Selain tanaman, Evie juga menjual pot bunga, media tanam, sebut kelapa, pupuk vitamin daun, dan aneka vas bunga dari sabut kelapa yang disetor petani dari wilayah Kulonprogo. “Kini omzet usahaku kurang lebih Rp 3 juta/bulan , membuat nafas bisa lega. Dapur tetap ngebul, berkat tanaman hias,” ujarnya.

Adapun tanaman hias yang dijual jenis tertentu saja, seperti aglonema, kaladium, calatea, anthurium, monstera, begonia. Sedangkan yang menjadi unggulan adalah alocasia silver dragon, dan ini yang paling laku banyak penggemarnya. Untuk harga, Evie mematok Rp. 25.000 hingga RP. 650.000, sedangkan yang paling mahal adalah dorayaki dan anthurium silver blush. Menurut Evie, semula memang dirinya hobi bertanam hias untuk pribadi, namun kini ternyata bisa ditekuni sebagai ajang bisnis yang menjanjikan.

Untuk pengembangan tanaman hiasnya, ada yang dari pecahan batang dan anakannya. Selain itu dirinya juga kulakan dari petani atau pembudidaya tanaman hias, sehingga di tempatnya selalu tersedia stok yang cukup. Evie sendiri tidak segan-segan menyiram tanaman hiasnya, agar tidak kering disamping perawatan rutin seperti pupuk dan lain-lainnya.

Untuk pemasaran, disamping melayani penjualan langsung di tempat, Evie juga memanfaatkan media online serta kegiatan pameran sehingga pembelinya dari Yogyajarta sampai Jakarta dan kota besar lainnya di Pulau Jawa seperti Surabaya, Semarang dan lain sebagainya. Sasarannya disamping ibu-ibu rumah tangga juga wanita dewasa, serta penggemar tanaman hias milenial.

Dengan dibantu seorang karyawan, Evie melayani pembeli dari pukul 09.00- 17.00 WIB. Evie mengaku sangat enjoy dalam menjalankan usahanya, penjualan aneka tanaman hias sampai kapanpun. Dirinya yang memang sudah hobi sejak usaha travel dulu, kini lebih fokus sehingga koleksinya semakin komplit dan fokus pengelolaannya. Inilah yang namanya hobi, kini bisa mendatangkan rezeki. (Sutopo Sgh)

BERITA REKOMENDASI