Mocosik Festival Dibuka, Buku Rp 10 Ribu hingga Putra ‘Pram’ Hadir di JEC

BANTUL, KRJOGJA.com – Festival buku dan musik bertajuk Mocosik Festival “Buku, Musik, Kamu” di Jogja Expo Center (JEC) yang bekerjasama dengan PGN resmi dibuka Jumat (23/8/2019). Lebih dari 120 penerbit dari seluruh Indonesia ikut serta menyuguhkan ribuan santapan bergizi jiwa dengan harga murah. 

Baca Juga: Mantan Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua Kenalkan Buku “Integritas” ke Anak Muda Jogja

Anas Syahrul Alimi, Founder Mocosik Festival mengungkap tahun ini pihaknya tetap mengusung misi menyelamatkan era buku yang mulai tergerus digital. Mocosik menurut Anas ingin berusaha mengajak generasi milenial untuk kembali menyantap buku yang dinilai memberikan pengetahuan komprehensif. 

“Kami ajak pengunjung menikmati musik cukup dengan membeli buku. Penjualan diberikan seluruhnya ke penerbit karena kami peduli dan prihatin, jangan sampai penerbit buku kolaps seperti di Amerika. Buku sebuah peradaban dan kita ingin orang tak meninggalkan buku. Karena itu festival ini hadir untuk penanda buku sangat penting,” ungkap Anas. 

Irwan Bajang, Direktur Mocosik Festival menambahkan kali ini ada 120 penerbit dari seluruh Indonesia yang diajak hadir berkolaborasi. Berbagai jenis buku dihadirkan dengan harga yang bervariasi mulai Rp 10 ribu. 

“Total 120 penerbit seluruh Indonesia kami ajak gabung. Ada buku yang diskon 90 persen dan ada juga buku harga Rp 10 ribu dari berbagai genre mulai novel, sosial politik, humaniora, anak, kesehatan, memasak dan semuanya ada. Kita sesuaikan rikues teman-teman yang kami sebar sebelum acara,” sambung Bajang. 

Baca Juga: 60 Persen Buku tak Lolos PPBNP, ini Alasannya

Tahun ini, secara spesial Mocosik menghadirkan keluarga penulis Pramoedya Ananta Toer “Pram” untuk bercerita keseharian Pram semasa hidup dahulu. “Anak, cucu Pram bertujuh akan hadir bersama penerbitnya. Mereka akan bercerita keseharian Pram dan tak diketahui orang. Ini spesial di tengah karya besar Pram yang saat ini sedang digemari banyak orang,” ungkapnya lagi. 

Sementara Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti turut menyampaikan harapan agar Mocosik mampu membawa dampak positif pada generasi milenial termasuk kebiasaan baru membaca buku yang tampaknya mulai ditinggalkan. “Budaya literasi harus dikembalikan agar masyarakat tak mudah terkena hoax atau penipuan-penipuan. Kalau kita rajin membaca sumber yang bukan ‘katanya’ pasti akan berbeda dan acara Mocosik ini sangat bagus menurut saya,” ungkap Haryadi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI