Pandemi Covid-19, Kontes Ayam Ekor Lidi Belum Dijadwalkan

KONTES ayam ekor lidi tingkat nasional sukses digelar di Borobudur Jawa Tengah, tahun lalu. Kontes serupa rencananya dilaksanakan Syawal 2020, namun diundur sampai waktu belum bisa ditentukan, sebab masih ada pandemi Covid-19.

Menurut salah satu penasihat Komunitas Penggemar Ayam Ekor Lidi (Kopali), H Bambang Widiatmoko, jika pandemi sudah bisa berakhir, kontes ayam ekor lidi akan segera digelar. Hanya saja belum bisa dijadwalkan secara pasti.

Namun yang jelas, persiapan kontes ayam ekor lidi 2020 sudah dilaksanakan di rumahnya beberapa waktu sebelum muncul pandemi Covid-19. Bahkan segenap tim juri sudah menyanggupi untuk melaksanakan tugasnya. Namun, Yang Maha Kuasa berkendak lain, sehingga tahun ini belum bisa digelar kontes nasional ayam ekor lidi.

“Ayam ekor lidi ini sebenarnya termasuk ayam Bangkok, namun berbeda dengan Bangkok umumnya. Bagian ekor ayam ini ada bulu lancur cukup panjang dan lancip. Dulunya banyak yang eman-eman, jika dijadikan ayam sabung, jadi cukup dikonteskan untuk dinilai fisik dan kesehatan ayam,” jelas Bambang, baru-baru ini.

Ditemui di rumahnya kawasan Senuko Godean Sleman, Bambang menambahkan, dalam perkembangannya ayam ekor lidi banyak ditangkarkan oleh penggemar-penggemar fanatik. Termasuk yang sudah bergabung di Kopali. Dalam tahap penilaian saat kontes, satu ayam dinilai oleh lima juri. Penilaian antara lain meliputi bentuk kepala, jengger, paruh, daun telinga, gelambir, badan, kaki, ekor, bulu secara keseluruhan serta warna bulu. Khusus juri kelima berasal dari Dinas Peternakan, biasanya lulusan Fakultas Kedokteran Hewan, sebab khusus menilai kesehatan ayam.

“Hasil penilaian dari lima tim juri lalu dijumlah dan yang mempunyai poin tertinggi terpilih sebagai juara. Penilaian mirip seperti ini juga diterapkan saat kontes jenis ayam serama,” paparnya.

Ditambahkan Bambang, untuk ayam ekor lidi yang betina, bagian bulu-bulu ekor lebih panjang dibanding Bangkok biasa. Selain itu ada sebagian bulu ekornya yang lancip. Lalu untuk membudidayakan jenis ayam ini, idealnya ayam yang betina sudah berumur minimal enam bulan. Sedangkan yang jantan sudah di atas tujuh bulan. Setiap tahap bertelur, betina ayam ekor lidi menghasilkan sembilan sampai 12 butir telur. Selanjutnya akan dierami sekitar 21 hari dan setelah menetas ditempatkan di kandang yang dilengkapi lampu penghangat, tanpa perlu ada babon ayamnya.

“Pakan ayam ini tak jauh beda dengan ayam kampung biasa. Bisa campuran antara bekatul, pakan buatan pabrik, sisa nasi dan dicampur dengan air hangat secukupnya. Secara berkala, dua hari sekali bisa diberi pakan tambahan irisan beberapa jenis sayur dan buah pepaya,” ungkap Bambang. (Yan)

BERITA REKOMENDASI