Penat dengan Beban Kerja? Mancing Aja Yuk..

BERMACAM cara dilakukan orang untuk dapat mengisi waktu senggang baik di pagi hari maupun sore hari, salah satunya dengan melakukan aktivitas memancing ikan. Namun memancing ikan kian beragam caranya, ada yang memilih mancing di kolam yang sudah disediakan adapula memilih mancing liar.

Kedua cara tersebut sebenarnya memiliki satu tujuan yaitu untuk bersantai dan melakukan kegiatan yang mereka disenangi. Dua cara ini juga memiliki keistimewaan bagi para pehobi mancing.

Menurut Suprihati salah seorang pehobi mancing, kegemaran memancing sudah dilakukan sejak kecil dan masih dilakukan hingga saat ini. Setelah pulang kerja, Suprihati melepas lelah dengan cara mejeng di pinggir kali. "Saya memilih mancing cuma buat nunggu magrib saja, enggak dapet ikan ndak masalah," katanya kepada KRJOGJA.com pada saat mancing di pinggiran Selokan Mataram, Dusun Pringgolayan, Kelurahan Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Mancing liar yang dilakukan Suprihati menurutnya akan lebih menantang dari pada mancing dikolam yang sudah ada ikannya. Selain itu, ikan liar juga dirasa lebih keset dan dagingnya lebih tebal. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Witri Andayani, seorang perempuan pehobi mancing berusia 56 tahun. Dirinya mengaku sudah hobi mancing sejak masa kanak-kanak. Setiap sore hari Witri akan mejeng bersama para pemancing liar di Selokan Mataram. "Kadang sehari bisa dapet 25 ikan Nila, disinikan ikannya ikan nila sama lele, tapi ya kadang enggak dapet. Daripada gosib sama ibu-ibu lain saya milih mancing," kata Witri.

Lain halnya dengan Gudiman. Dirinya memilih mancing dikolam yang tidak jauh dari Selokan Mataram yang berada di sekitar Dusun Pringgolayan, Kelurahan Condong Catur, Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Menurutnya, mancing dikolam adalah cara efektif untuk menuntaskan hobi mancingnya. Meskipun berbayar, namun jika ikan yang diperolehnya mencapai satu kilo atau lebih malah akan menjadi untung bagi para pemancing. "Kalau dapat satu dua ya saya bawa pulang, kalau banyak ya dijual lagi sama yang punya kolam," kata Gudiman. (Evi Nur Afiah)

BERITA REKOMENDASI