Tips Memilih Bekisar Kualitas Lomba

AYAM bekisar kualitas lomba masih rutin diburu para penggemar bekisar. Guna mencari maupun merawat bekisar berkualitas, sebagian penggemar bekisar mempercayakan kepada orang bertangan dingin di jagat bekisar.

Warga Krapyak Sleman, Warsito yang sering disapa Simon menjelaskan sudah lama  berburu  -bekisar berkualitas. Beberapa penggemar bekisar pun memberi kepercayaan kepadanya untuk mencarikan sekaligus merawat bekisar kelas lomba. Sebagian yang menitip bekisar di tempatnya berasal dari luar daerah seperti Solo, Semarang, Temanggung dan Jakarta.

Menurutnya, ada kriteria penting untuk memilih bekisar kelas lomba. Jika sudah berkokok atau sudah dewasa antara lain mempunyai suara bersih, volume besar dan tebal. Penggemar bekisar banyak mencari bekisar dengan kriteria seperti ini, misalnya Bambang HW asal Solo termasuk yang menitipkan bekisar-bekisar kelas lomba di tempatnya. “Ada juga penggemar bekisar asal Jakarta dan Temanggung yang menitipkan bekisar di tempat saya,” jelas Warsito saat ditemui di sela-sela lomba bekisar Kapolda Cup di Notoprajan Yogya, baru-baru ini.

Juri lomba bekisar nasional asal DIY, Slamet, membenarkan butuh kejelian tersendiri untuk bisa memilih bekisar berkualitas. Seseorang perlu mempunyai ilmu ‘titen’ dalam memilih bekisar kualitas lomba. Bersih-kotor serta panjang-pendeknya suara penting diperhatikan, baik suara depan maupun  belakang. Dasar dan irama lagu suara pun sangat berpengaruh terhadap pengumpulan nilai ketika dilombakan.  

Apalagi, kata Slamet lomba bekisar dimulai dari babak penyisihan, semi final sampai final. Pada tahap final biasa diambil lima maupun enam ekor bekisar pengumpul nilai tertinggi setiap kelasnya.

“Selain saya, juri-juri nasional lomba bekisar antara lain ada Danang dari DIY, Frans-Jakarta, Parman- Sumenep, Syaf’i- Bangkalan, Martono- Solo, Yanto- Muntilan, Imam – Sampang dan Mambo-Surabaya,”  papar Slamet.(Yan)

BERITA REKOMENDASI