Untuk Tekan Resiko Kecelakaan, Perlu Lajur Khusus Sepeda

YOGYA, KRJOGJA.com – Peningkatan kehadiran sepeda di Yogya merupakan salah satu indikator menuju kota yang lebih lestari. Meskipun saat ini bersepeda masih didorong oleh gaya hidup sehat dengan berolahraga. Namun saat fasilitas pesepeda lebih lengkap diharapkan trend tersebut bisa meluas untuk keperluan sehari-hari. Karena tanpa fasilitas yang baik, khususnya lajur khusus sepeda dan APILL khusus, pesepeda maka masih riskan terhadap kejadian kecelakaan.

“Jalur sepeda pernah digalakkan oleh Pemda DIY. Bahkan di tahun 2006 Pemda DIY dan 5 Rektor sempat mendeklarasikan jaringan sepeda kampus. Saat itu UGM, UNY, UII, Sanata Darma dan Atmajaya sudah terkoneksi oleh lajur khusus sepeda. Untuk mendukung kebiasaan bersepeda mestinya tidak hanya antar dan sekitar kampus, namun jaringannya harus diperluas,” kata Peneliti di Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dr Arif Wismadi di Yogyakarta, Kamis (2/7/2020).

Arif Wismadi mengungkapkan, apabila keberadaan lajur khusus dihidupkan dan diperluas lagi. Alangkah baiknya apabila keberadaannya didukung dengan kedisiplinan para pengguna jalan. Karena tanpa adanya sikap disiplin pemanfaatan lajur sepeda, khususnya fungsi perlindungan keselamatan dikhawatirkan jadi menurun.

BERITA REKOMENDASI