Wow.. Gigi Ikan Pacu Mirip Milik Manusia

SEBAGIAN jenis ikan layak dijadikan sebagai satwa klangenan, terlebih yang memiliki beberapa karakter khas. Antara lain dari segi  ciri fisik maupun tingkah laku ikan, sehingga sering juga dijadikan sebagai salah satu koleksi ikan hias.

Hobiis ikan asal Sewon Bantul, Muhammad Ziah pun mengaku senang mengoleksi ikan-ikan dengan tampilan karakter khas, antara lain jenis ikan datz, buntat, pinktail dan pacu albino. Selain dikenal sebagai ikan predator atau senang memakan jenis ikan lain/daging, juga punya beberapa ciri fisik tersendiri.

Baca Juga: Suka Goes Jauh, KAI Atur Bawa Sepeda ke Dalam Kereta

“Ikan pacu albino, misalnya, warna sisik cenderung putih kekuningan. Bagian giginya mirip gigi manusia. Selain senang makan jenis ikan lain, ikan ini mau juga makan pelet dan beberapa tumbuhan, sehingga juga termasuk omnivora,” paparnya, baru-baru ini.

Bentuk tubuh ikan pacu, sebut Ziah, mirip juga dengan bawal serta piranha. Selain ada yang berwarna hitam, ada pula albino. Habitat aslinya berada di Amazon Brazil, dalam perkembangannya bisa menyebar ke berbagai negara di dunia. Sebagian kios ikan hias menjual anakan pacu albino dengan panjang kisaran 10 sampai 20 cm, harga tak sampai Rp 100.000 perekor.

“Semakin besar, harganya bisa semakin mahal. Ukuran badannya bisa sampai seukuran bantal besar,” tandasnya.

Hal senada diungkap hobiis ikan yang juga kru penjualan ikan hias di kawasan Gamping Sleman, Rifai. Bahkan menurutnya ada salah satu lokasi pemandian di Klaten terdapat beberapa ikan pacu, ukurannya mendekati bantal, namun yang bukan albino. Jika berada di alam diperkirakan juga kian beragam makanan yang bisa diperoleh, misalnya jenis ikan lain yang ukurannya lebih kecil, katak, udang, tumbuhan maupun sejumlah biji-bijian yang jatuh di kolam pemandian.

“Kekhasan yang albino, warna sisik atau sekujur badan putih agak kuning dan warna matanya merah. Ketika dipelihara di akuarium, enak dilihat dengan gerakan-gerakan tenang atau kalem,” beber Rifai.

Baca Juga: Lomba 17-an Tak Biasa, Tarik Tambang Lawan Lokomotif

Pemberian pakan ikan pacu, lanjutnya, bisa sekali atau dua kali dalam sehari. Jika dipelihara sejak masih anakan di akuarium, peluang bisa jinak lebih tinggi. Dalam satu kolam diisi lebih dari ikan pacu, bahkan dengan ikan hias lain tak masalah. Dengan catatan ukurannya sejajar. Pihaknya biasa mendapat setoran anakan ikan pacu, terutama dari pengepul ikan hias asal DKI Jakarta. (Yan)

BERITA REKOMENDASI