Anda Mulai Pelupa? Coba Atasi dengan Rutin Menggambar

PERNAHKAH di antara kalian yang lupa menaruh atau menyimpan barang sendiri padahal baru saja dilakukan? Hal ini biasanya sering terjadi oleh orang-orang yang sudah berusia lanjut. Namun, tak jarang juga kondisi ini dialami oleh orang-orang yang masih berusia muda.

Tapi tahukah Anda melatih keterampilan seperti menggambar ternyata bisa meningkatkan ingatan lho, terutama saat seseorang mulai bertambah tua. Dilansir dari First For Women, Selasa (18/12/2018), penelitian terbaru menunjukkan bahwa dengan menggambar itu menjadi salah satu trik dan metode untuk meningkatkan ingatan atau memori yang lebih bermanfaat dan itu juga menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan.

Penelitian pada Desember 2018 yang diterbitkan dalam Experimental Aging and Research menemukan bahwa orang dewasa yang berusia lanjut dengan hobi atau menyukai menggambar ternyata dapat meningkatkan ingatan mereka, bahkan jika mereka tidak terlalu artistik.

Dalam serangkaian eksperimen, peneliti meminta orang dewasa yang belum berusia lanjut dan orang dewasa yang sudah berusia lanjut untuk mencoba berbagai metode meningkatkan ingatan, termasuk menggambar, menulis ulang catatan, melakukan latihan visualisasi, dan mempelajari gambar. Ternyata, pemenang dari beberapa metode yang dapat meningkatkan ingatan adalah menggambar.

"Kami menemukan bahwa dengan menggambar itu dapat meningkatan memori pada orang dewasa yang sudah lanjut usia daripada metode lainnya," kata Melissa Meade, kandidat PhD dalam ilmu saraf kognitif di University of Waterloo, dalam siaran pers .

Dalam meningkatkan ingatan, menggambar merupakan metode yang lebih baik daripada menulis. Selain itu, metode ini tidak hanya untuk orang yang sudah lanjut usia saja lho, yang muda juga bisa berpartisipasi.

Para peneliti berpikir mengapa menggambar dapat sangat membantu meningkatkan ingatan pada orang tua berusia lanjut. Hal itu karena dengan menggambar melibatkan berbagai bentuk informasi yang mewakili, termasuk cara visual, spasial, dan motorik.

Metode ini juga dapat digunakan untuk membantu orang yang memiliki penyakit demensia. Demensia biasanya berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, melakukan pertimbangan, dan memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental. Demensia ini umumnya menyerang orang-orang lansia di atas 65 tahun. (*)

 

BERITA REKOMENDASI