Bayi Menendang di dalam Perut, Ini Penyebabnya

PERNAHKAH Anda mendengar bayi sering melakukan reaksi dengan membuat gerakan di dalam kandungan? Ternyata ini bukanlah sebuah mitos. Jabang bayi memang kerap melakukan gerakan seperti menendang untuk merespon situasi yang berada di luar tubuh sang ibu.

Meskipun sangat lucu dan unik, namun gerakan menendang yang dilakukan seorang bayi akan menimbulkan rasa sakit pada bagian perut sang ibu. Menurut penelitian, ketika seorang wanita hamil merasakan tendangan dari bayinya yang belum lahir, kemungkinan besar anak tersebut sedang memetakan tubuhnya.

Melansir dari Daily Mail, Senin (3/12/2018), Sebuah penelitian oleh University College London menganalisis gelombang otak dari 19 bayi berusia dua hari. Beberapa di antaranya prematur dan karena itu diasumsikan bertindak seolah-olah mereka masih di dalam rahim.

Ketika bayi yang baru lahir menendang,aktivitas itu mengaktifkan wilayah otak mereka yang terkait dengan masukan sensorik dan dianggap penting dalam membantu mereka untuk 'mengenal' tubuhnya sendiri.

Para peneliti mengukur gelombang otak yang dihasilkan saat bayi menendang selama matanya terpejam ketika tidur atau biasa disebut Rapid Eye Movement (REM). REM terjadi saat mereka sedang bermimpi dan otak bekerja sangat aktif. Gerakan ini dapat terdeteksi dengan memantau gerakan mata dan anggota gerak bayi, serta tingkat pernapasan mereka.

Gelombang otak dinilai dengan melakukan tes EEG, yang melibatkan pemasangan sensor kecil ke kulit kepala yang menangkap sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan oleh sel-sel otak. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika bayi menendang, ia mengaktifkan otak mereka yang terhubung dengan input sensoris, yang dikenal sebagai korteks somatosensori.

Ukuran gelombang otak ini adalah yang terbesar pada bayi prematur yang setara dengan trimester terakhir. Gelombang otak tidak lagi dipicu oleh gerakan setelah bayi berubah beberapa minggu. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports dan dipimpin oleh ahli klinis penelitian Kimberley Whitehead.

"Gerakan spontan dan umpan balik akibat dari lingkungan selama periode perkembangan awal diketahui diperlukan untuk pemetaan otak yang tepat pada hewan seperti tikus. Di sini kami menunjukkan bahwa ini mungkin berlaku pada manusia juga,” tutur penulis studi Dr Lorenzo Fabrizi.

Sebagian besar wanita hamil mulai merasa bayi mereka bergerak antara 16 dan 24 minggu. Gerakan dapat digambarkan sebagai apa pun dari tendangan, flutter, desir atau berguling, yang dapat berubah saat kehamilan berlangsung

“Kami pikir temuan ini memiliki implikasi untuk menyediakan lingkungan rumah sakit yang optimal untuk bayi yang lahir lebih awal sehingga mereka menerima masukan sensorik yang sesuai. Sebagai contoh, beberapa bayi yang berada di ranjang memungkinkan mereka untuk "merasakan" permukaan ketika tungkai mereka menendang, seolah-olah mereka masih di dalam Rahim,” ucap Whitehead.

“Karena gerakan yang kami amati terjadi selama tidur, hasil kami mendukung penelitian lain yang menunjukkan bahwa tidur harus dilindungi pada bayi baru lahir, misalnya dengan meminimalkan gangguan yang terkait dengan prosedur medis yang diperlukan,” lanjutnya.

Hampir 60.000 bayi lahir prematur setiap tahun di Inggris, yang diperkirakan berusia sebelum 37 minggu. Selain itu, sekira 15 juta bayi juga lahir secara prematur di AS. (*)

BERITA REKOMENDASI