Begini, Ciri Anak Muda Yang ‘Matang’

GERAKAN pemuda muncul karena mereka ingin bersuara. Ketika pemuda tidak bisa bersuara berilah suara untuk orang lain. Ketika pemuda bersuara, maka juga terbukalah menerima kritik. Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2016 lalu mengingatkan kita kembali pada perjuangan pemuda pada masa perjuangan. 

Banyak gerakan pemuda yang bermuara dari keresahan mereka terhadap nasib bangsa. Kini pemuda Indonesia juga bebas menyuarakan aspirasi mereka. Namun, bukan berarti pemuda tidak pernah salah. Pemuda yang pemberani adalah mereka yang siap dikririk. 

Hal itu diungkap Gita Syahrani, salah seorang aktivis pemuda di bidang lingkungan. Dalam mencapai tujuannya, wanita 23 tahun ini sudah banyak melakukan gerakan yang mendorong anak muda turut serta melestarikan lingkungan. Ia sadar semua itu tidak mudah, maka kritik masih diperlukan oleh pemuda. 

"Anak muda punya banyak ide untuk melakukan perubahan. Kalau mereka semua hanya mengedepankan ego untuk tujuan sendiri tentu tidak akan ada perubahan bagi bangsa ini," kata Gita kepada Okezone, belum lama ini. 

Anak muda yang matang adalah yang mau dikritik. Saling melempar kritik satu sama lain itu wajar. Asal bukan untuk menjatuhkan. "Kita lihat kritiknya supaya gerakan lebih baik," tutur Gita. (*)

BERITA REKOMENDASI