Dengar Anak Ucapkan Ini, Hati Intan Terenyuh

PENIKMAT sinetron di era 2000an tentu tidak asing dengan sosok Intan Nuraini. Aktris cantik yang kini memutuskan untuk berhijab itu sempat eksis membintangi sejumlah judul sinetron seperti Putri Cahaya. Kini Intan sudah jarang tampil di layar kaca karena ingin fokus mengurus keluarga kecilnya.

"Prioritas saya sekarang bukan karir lagi melainkan anak. Kemarin memang sempat syuting stripping lagi. Tapi sempat sedih juga karena anak yang pertama udah mulai protes kalau saya berlama-lama di luar rumah," ungkap Intan saat dijumpai dalam sebuah acara, Selasa (3/10/2017) di kawasan Jakarta Selatan.

Sejak menikah di tahun 2011 dengan Donny Azwan Putra, Intan sudah dikaruniai sepasang buah hati. Anaknya yang pertama bernama Alrazi Rabbani Azwan kini sudah mulai bersekolah di tingkat taman kanak-kanak. Sedangkan anaknya yang perempuan, Saliha Zayna Azwan yang berusia 1 tahun 7 bulan sudah semakin aktif dan belajar bicara.

Intan tentunya tidak ingin melewatkan perkembangan anak-anaknya. Apalagi anaknya yang pertama sudah lebih kritis. "Dia sering bertanya mengenai suatu hal yang jawabnya harus hati-hati. Tapi itu kan tandanya otak dia sudah mulai berkembang dan ingin belajar banyak hal. Tinggal bagaimana aku sebagai orangtua harus pintar-pintar menjawab pertanyaannya," ujar Intan.

Keputusannya untuk mengurangi kepadatan jadwalnya pun cukup dipengaruhi oleh anak pertamanya. Pernah suatu ketika Intan berkata bahwa dia bekerja agar bisa membeli mobil.

"Kebetulan anak saya, Razi senang sekali dengan berbagai jenis mobil. Saya bilang, Razi kalau mama syuting nanti mama bisa beli mobil yang bagus. Jawaban dia bikin saya terenyuh. Dia bilang aku nggak mau mobil bagus, yang penting mama ada di rumah," tutur Intan dengan mata berkaca-kaca.

Walaupun begitu, Intan dan suaminya belajar untuk tidak terlalu memanjakan anak-anak mereka. Intan tidak selalu menuruti keinginan anaknya.

"Misalnya kalau kita lagi jalan-jalan di mall terus Razi minta beli mainan. Saya dan suami bilang, beli mainan itu harus ada waktunya seperti saat dia ulangtahun atau berprestasi di sekolahnya. Biarpun anak nangis, saya berusaha untuk tidak luluh. Mungkin ada orangtua lain yang malu jika anaknya nangis minta dibelikan mainan lalu kemudian menuruti. Kalau saya, sebisa mungkin keinginan itu saya tahan. Karena kalau dituruti nantinya dia malah menjadikan nangis sebagai senjata jika keinginannya tidak dipenuhi," jelas Intan. (*)

BERITA REKOMENDASI