Dilema Bayar Tanpa Uang Tunai

TANGERANG, KRJOGJA.com – Tidak dipungkiri dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, meningkat juga platform belanja online serta pembayaran online. Hal ini juga diiringi dengan maraknya e-payment atau dompet digital (e-wallet) seperti Ovo dan Dana saat ini.

Dengan demikian, semakin meningkat pula cashless society (masyarakat tanpa uang tunai). Melihat hal tersebut Director of Payment, Fintech and Virtual Products Bukalapak Victor Lesmana melihat fenomena ini dengan arah positif.

"Sebenarnya sih segala teknologi perubahan itu seperti pisau bermata dua, dengan adanya cashless positifnya sesuatu bisa lebih tercatat," kata Victor saat ditemui di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (28/8/2019).

Tidak hanya itu, Victor juga menyebutkan jika digunakan dengan tepat maka cashless bisa menjadi manajemen finansial yang baik dan powerfull.

"Jadi ketahuan, saya belanja di mana saja dibandingkan dengan menggunakan uang tunai. Di sisi lain lebih terkontrol karena serba mudah," kata Victor.

Financial Planner dari Finansia Consulting, Eko Endarto pernah menyebutkan jika fenomena cashless dengan kartu kredit saat ini memang mempermudah pengguna. Namun juga mampu menimbulkan perilaku konsumtif karena merasa ada uang tambahan.

Melihat fenomena ini, Victor mengatakan jika pemanfaatan yang benar juga kembali kepada individunya masing-masing. Selain itu, dia juga menyebutkan untuk generasi milenial seharusnya lebih paham dengan hidup di era digitalisasi.

"Milenial tidak perlu menyikapi karena telah hidup dengan digitalisasi, dan penting untuk mengedukasi diri sendiri. Yang positif dan negatif bisa dihindari," imbuh Victor.

Victor juga mengatakan jika pihaknya saat ini belum meluncurkan dompet digital sendiri namun bekerjasama dengan Dana.

"Saat ini kita bekerjasama dengan dana, kita melihat pertumbuhannya sangat cepat. Apakah akan dompet digital atau tidak kita masih mengobservasi terlebih dahulu, bagaimana akan responnya. Kalau untuk sekedar ikut-ikutan launching menurut saya enggak make sense," katanya.

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI