Inilah, Jurus Anak Kos Mengelola Keuangan agar Sampai Akhir Bulan

KEUANGAN sering kali menjadi masalah bagi orang dewasa atau remaja. Terutama remaja yang merantau atau kos di luar kota. Mereka harus mampu mengelola bak manajer keuangan agar pengeluaran bisa ditekan hingga akhir bulan.

Menurut Rossi Fatmala (21) mahasiswi semester akhir di salah satu kampus swasta Yogya menuturkan hal yang menjadi kebutuhan premiernya adalah kebutuhan makan, kuota dan bensin. Karena kebutuhan itu tidak dapat dihindarkan, selalu memasak sendiri di kostnya. Hal itulah yang kiranya dapat menghemat pengeluaran. 

"Boros kuota, bensin, makan,  karena aku anak yg di kasih uang bukan bulanan tapi dengan sistem uang habis terus minta. Ya harus pinter-pinter hemat untuk makan. Jadi aku masak sendiri karena menghemat kuota dan bensin mah engga bisa,  apalagi di usia aku yang sudah tidak remaja lagi mau minta uang terus malu enggak minta uang ya mati," tutur Rossi kepada KRjogja.com. 

Pendapat senada diungkapkan Rotun (22). Dia mengatakan untuk mengatur keuangan sebagai anak rantau yang perlu diperhatikan adalah membeli kebutuhan pokok yang memang dibutuhkan. Jangan membeli apa saja yang dinginkan karena menurutnya itu tidak baik bagi kesehatan dompet. 

"Aku pribadi dengan uang emang dari dulu juga dikirimnya dikit-dikit jadi cara mengaturnya itu adalah dengan gimana jelasinnya ya pokoknya beli apapun sesuai yang kita butuhkan aja gitu loh," katanya.

Rotun menambahkan dalam sebulan hanya menerima Rp 1 juta uang bersih yang didapat sebagai penghasilan kerjanya. "Aku tetap masih bisa bertahan gitu dalam sebulan sedangkan yang lain uang Rp 1 juta tuh kaya yang engga bisa hidup," tambahnya.

Menurutnya sebagai anak perantauan, cara paling aman dengan keuangan yang seadanya adalah mengurangi kebutuhan nongkrong dan jalan-jalan karena hanya menghabiskan waktu dan uang. 

"Perbanyak masak dan persibuk diri dengan kegiatan positif. Jalan cukup seminggu sekali aja kan udah gede tau gimana rasanya susah cari uang si aku mah makanya harus pinter pengeluaran," pungkasnya.

Dikutif dari twitter @indobesiainlove, sementara hal lain yang mendasari boros adalah karena faktor diskon besar-besaran apalagi buat kaum hawa. Melihat diskon mata auto berbinar-binar. Alhasil tidak perlu pikir panjang, barang berdiskon langsung dibeli padahal barang tersebut sudah punya sebelumnya. Selain itu adalah merokok, semua sudah mengetahui merokok adalah hal yang sangat merugikan baik kesehatan dan juga keuangan. (Ive) 

BERITA REKOMENDASI