Jangan Diucapkan, Kata-Kata Ini Bikin Hati Suami Terluka

PASANGAN suami-istri yang baru saja menikah biasanya sering terlibat pertengkaran. Pertengkaran merupakan hal wajar bagi pasangan pengantin baru. Dari pertengkaran itu, Anda akan mengenal karakter pasangan yang sebenarnya. 

Ketika sedang bertengkar, biasanya si istri akan lebih banyak bicara daripada suaminya. Hal itu terjadi lataran wanita pada umumnya lebih mudah meluapkan emosi. Namun, berhati-hatilah dalam berbicara ketika sedang bertengkar. Sebab, kata-kata yang keluar saat Anda dilanda emosi bisa jadi menyakiti hati suami. 

Dilansir Boldsky, berikut adalah beberapa perkataan wanita yang dapat melukai perasaan suami ketika sedang marah: 

Kau seperti ayahmu 

Saat sedang marah, biasanya seorang istri akan membandingkan sang suami dengan ayah mertuanya. “Ah, kau dan ayahmu sama saja.” Kalimat itu ternyata membuat perasaan suami Anda terluka. 

Sebab, sebagai seorang pria, suami Anda tentu tidak ingin dibandingkan dengan pria manapun, termasuk ayah kandungnya. Oleh sebab itu, kendalikan emosi Anda.  Jangan sampai Anda mengucapkan kalimat itu yang akan memperkeruh suasana. 

Kapan kau mendapat pekerjaan? 

Tugas utama suami adalah memberi nafkah bagi keluarganya. Jika seorang wanita mempunyai suami yang belum memiliki pekerjaan tentu ia akan merasa sangat kesal. Keadaan ekonomi yang sulit kerap memicu pertengkaran antara pasangan suami istri. 

Jika sedang marah, biasanya si istri akan bertanya.”kapan kau mendapat pekerjaan?” kepada suaminya. Mempertanyakan hal itu kepada suami memang tidak salah. Namun, jika Anda sering mengulang pertanyaan tersebut justru membuat suami merasa terintimidasi. Sebaiknya, jangan terus mempertanyakan hal itu kepada suami, agar suasana rumah tangga Anda tetap harmonis. 

Kau tidak berguna 

Ketika suami mencoba membantu Anda melakukan suatu pekerjaan dan hasilnya gagal, jangan pernah membentaknya dengan mengatakan, “kau tidak berguna.” Sebab, perkataan itu akan sangat melukai hatinya. Hargailah bantuan yang diberikan si suami, jangan hanya menyalahkannya atas kegagalan yang terjadi. (*)

BERITA REKOMENDASI