Kelahiran Sesar, Kebutuhan atau Sekadar Gaya Hidup?

Editor: KRjogja/Gus

KELAHIRAN buah hati yang lancar tanpa hambatan adalah satu hal paling ditunggu dalam keluarga. Memang, tidak sedikit dari mereka menggunakan metode operasi caesar (sesar).

Lantas bagaimana bedah sesar bisa dilakukan? Sebab, selama ini tidak jarang masyarakat memilih metode sesar hanya sekadar gaya hidup, bukan kebutuhan.

Ahli kebidanan dan spesialis kandungan Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Dr dr Diah Rumekti SpOG(K) MSc menjelaskan, prinsip proses melahirkan dengan metode sesar harus mempertimbangkan kondisi ibu, janin dan plasenta.

"Faktor ibu contohnya panggul ibu sempit, kelainan bentuk rahim atau massa yang dianggap dapat menghalangi proses persalinan normal, atau ibu yang menderita penyakit seperti hipertensi, infeksi tertentu yang dikhawatirkan akan menular pada bayi saat proses kelahiran normal," jelasnya.

Pada faktor janin, misalnya janin besar, atau janin dengan kelainan presentasi. Sedangkan faktor plasenta, contohnya letak plasenta yang menutupi jalan lahir atau plasenta yang melekat kuat pada dinding rahim.

Menurut Diah, bagaimanapun bedah sesar juga berisiko. Risiko yang dihadapi seperti pendarahan, infeksi luka operasi, kelainan perlekatan plasenta pada kehamilan berikutnya, nyeri paska-operasi, waktu pemulihan yang lebih lama, hingga risiko robekan dinding rahim pada persalinan selanjutnya. 

"Alasan melakukan bedah sesar dan segala risikonya harus dijelaskan pada setiap ibu sebelum dilakukan tindakan," katanya.

Para ibu meminta dilakukan bedah sesar tanpa adanya indikasi. Diah mengungkapkan, umumnya hal itu karena ketakutan terhadap rasa nyeri, kekhawatiran terhadap efek samping persalinan vaginal, dan kekhawatiran terhadap kondisi janin. Ketakutan dan kehawatiran tersebut berasal dari pengalaman pribadi saat persalinan sebelumnya, atau pengalaman dari orang-orang sekitar.

"Dokter harus memberikan konseling yang baik, dan mengeksplorasi alasan seorang pasien meminta dilakukannya bedah sesar tanpa indikasi," ungkap Diah. 

Keuntungan dan kerugian bedah sesar harus dijelaskan sehingga setiap pasien betul-betul paham. Selain itu, selama kehamilan seorang ibu hamil harus mendapatkan informasi yang benar mengenai proses kehamilan dan persalinan. Pemahaman yang baik mengenai proses persalinan, serta dukungan keluarga terdekat dan tenaga kesehatan yang membantu proses persalinan merupakan harapan untuk dapat membantu ibu menjalani persalinan dengan lebih baik. 

"Keinginan untuk menjalani operasi sesar tanpa indikasi medis perlu diskusi dengan dokter kandungan, sehingga keputusan yang diambil lebih tepat," tegas Diah. (*34)

 

BERITA REKOMENDASI