Mamapeduli Bantu Anak Kelainan Usus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Komunitas milenial parent ,dan juga kreatif digital konten kreator, mengadakan aksi kebaikan melalui 'mamapedia.co.id', .
 Kegiatan terbaru adalah penggalangan bantuan untuk menolong seorang anak bernama Ayesha yang menderita kelainan usus.

Inisiatif membantu Ayesha diawali dari sebuah kampanye penggalangan dana dalam link kitabisa.com/ayeshabutuhneocate yang sempat viral di media sosial.

Cindy Charlotta, Founder Mamapedia.co.id, di Jakarta Selasa (24/9 2019).mengatakan, pihaknya dan para mama lainnya tergerak untuk bisa membantu sesama mama maupun anak yang membutuhkan pertolongan.

“Kami membuat gerakan Mamapeduli dengan untuk membantu para mama di luar sana dalam menghadapi tanggap darurat keluarga, bencana alam, kekurangan gizi agar bisa menaikan tingkat kesejahteraan para ibu dan anak diluar sana,” ujarnya 

 
Ayesha menderita kelainan usus atresia duodenum. Yaitu keadaan ketika usus dua belas jari tidak berkembang dengan baik sehingga menghalangi jalannya makanan dari lambung menuju usus untuk diserap tubuh.

Kondisi ini membuat perut Ayesha terlihat kembung, dan diikuti dengan muntah secara terus-menerus. Alhasil, berat badannya tak kunjung naik. Hal ini semakin diperparah dengan kondisi Ayesha yang juga menderita dermatitis atopik (penyakit kulit kronis) karena alergi susu sapi. 

Orang tua Ayesha telah melakukan beragam penanganan seperti operasi dua hari setelah kelahiran, perawatan NICU, dan rawat jalan. Kondisi Ayesha ini sangat menggugah para mama dalam komunitas Mamapedia.co.id yang saat ini memiliki lebih dari 1.800 anggota. Mereka pun membuat penggalangan donasi untuk meringankan beban Ayesha dan keluarga.

Beragam bantuan seperti pakaian, makanan, susu neocate, mainan, dan juga uang telah diterima Mamapedia untuk kemudian diserahkan kepada orang tua Ayesha. “Mamapedia sangat berterima kasih atas bantuan dari para anggota Mamapedia,” kata Cindy Charlotta. 

 
Selain membantu Ayesha, tahun ini Mamapeduli telah melakukan aneka program seperti pemberian bantuan untuk ibu dan anak dalam bencana alam Lombok dan Palu hingga pendampingan pencegahan stunting di desa tertinggal. “Saya sangat berharap, meskipun gerakan ini jika kita nilai dari skalanya tidak seberapa besar, namun setidaknya bisa berdampak dan membantu mereka yang membutuhkan. Karna kami percaya aksi sekecil apapun sangatlah berarti”, tutup Cindy. (Ati)
 

BERITA REKOMENDASI