Mengenal Skin Barrier, Pelindung Kulit dari Sinar Matahari hingga Patogen

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Sepanjang dua tahun pandemi, masyarakat Indonesia mengalami perubahan kebiasaan yang berdampak pula pada permasalahan kesehatan kulit. Tak heran selama pandemi, bermunculan tren perawatan kulit terutama wajah dengan banyak brand baru yang beragam.

dr Kardiana Dewi, Sp.KK, seorang Dermatovenerologist mengatakan sepanjang pandemi muncul berbagai masalah baru, termasuk pada kesehatan kulit, khususnya area wajah. Di sisi lain, persoalan tersebut memunculkan kesadaran merawat kulit agar tetap sehat.

“Pada 2021, tren perawatan wajah di Indonesia didominasi tiga jenis produk yakni facial wash, serum dan pelembab. Adapun ketiga produk tersebut merupakan suatu rangkaian yang berkaitan erat dalam menjaga kesehatan kulit dan perawatan wajah untuk mendapatkan kulit wajah sehat, cerah dan bercahaya,” ungkap Kardiana dalam dialog virtual bersama wartawan sekaligus peluncuran Marina Expert White and Glow, Selasa (8/2/2022).

dr Kardiana menyampaikan edukasi bahwa tiap orang setidaknya harus memperhatikan bagaimana kondisi skin barrier ketika hendak melakukan perawatan. Skin barrier ini menurut Kardiana adalah lapisan kulit terluar yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari paparan sinar ultraviolet, polusi, racun, maupun patogen yang tentunya sangat berbahaya bagi tubuh.

“Selain itu, skin-barrier memiliki peranan yang penting dalam membantu menjaga kelembaban alami serta kesehatan kulit. Jika fungsi skin-barrier terganggu, maka kulit dapat mengalami risiko dehidrasi dan mempercepat terbentuknya melanin. Untuk itu sangat penting menjaga skin-barrier dengan perawatan yang teratur agar fungsinya optimal,” sambungnya.

dr Kardiana juga menjelaskan bagaimana mengenal ciri kerusakan skin barrier yang mungkin tidak disadari selama ini oleh sebagian masyarakat. Menurut dia, harus dicermati ketika kulit kering, gatal dan kemerahan atau kulit menjadi lebih sensitif.

“Kondisi kulit seperti ini dapat dipicu kebiasaan sehari-hari, seperti cara mencuci dan menggunakan sabun wajah yang tidak tepat, malas menggunakan pelembab, atau bisa juga karena penggunaan produk kecantikan yang tidak sesuai dengan jenis kulit. Hal pertama yang perlu dilakukan untuk memperbaiki skin-barrier yang rusak adalah dengan mulai menerapkan perawatan kulit wajah yang tepat dan bisa dimulai dengan perawatan sederhana seperti mencuci wajah dengan sabun wajah yang cocok dengan kondisi kulit wajah kita, dan menggunakan pelembab/ moisturizer yang mengandung senyawa yang bisa mengatasi kulit kering, membantu meregenerasi sel dan juga menutrisi kulit,” ungkapnya lagi.

Bahan-bahan yang bisa dijadikan opsi untuk perawatan menurut dr Kardiana saat ini banyak ditemukan. Misalnya bahan mengandung Ceramide, Niacinamide dan Vitamin C. Niacinamide yang juga dikenal sebagai vitamin B3 adalah bahan yang menawarkan banyak manfaat bagi kulit karena dapat membantu mengurangi inflamasi, meningkatkan kelembaban dan ketahanan kulit, memperbaiki warna kulit yang tidak rata atau kusam, dengan mengurangi pembentukan Melanin, dan menstimulasi regenerasi sel kulit baru.

“Sedangkan fungsi kandungan Ceramide adalah memberikan kelembaban, dimana Ceramide akan menyatukan sel kulit dengan membentuk lapisan pelindung yang menjaga hilangnya kelembaban dan melindungi dari kerusakan. Ketika Niacinamide dan Ceramide disatukan maka hasilnya tentu diharapkan bisa menjadi lebih maksimal. Namun catatannya, tetap bahwa perawatan sebaiknya dilakukan secara rutin,” pungkas Kardiana. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI