Mengenal Tanaman Lidah Mertua Bermanfaat Serap Polusi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membagikan tumbuhan lidah mertua (sansevieria trifasciata) secara gratis guna mengurangi polusi di ibu kota. Rencananya, di setiap ruang terbuka hijau akan ditumbuhi tanaman hias tersebut.

Kepala Dinas Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni menilai tanaman lidah mertua mempunyai manfaat untuk mengurangi polusi. Ia menyatakan nantinya setiap kantor suku dinas dan wali kota menjadi percontohan dari proyek tersebut.

Lantas apakah tanaman Lidah Mertua itu? Dan selain untuk mengurangi polusi udara, adakah manfaat lain yang dihasilkan tanaman tersebut? Berikut Okezone rangkum dari berbagai sumber, Selasa (23/7/2019).

Tanaman lidah mertua atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Sansevieria merupakan tanaman yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Lidah mertua biasanya ditanam di pot sekitar pekarangan rumah atau langsung ditanam di atas tanah.

Lidah mertua ini memiliki ciri fisik berupa daun memanjang berwarna hijau dengan bintik-bintik putih di atasnya. Konon, tanaman ini disebut sebagai lidah mertua karena bentuknya yang meruncing dan tajam.

Sansevieria terbagi menjadi dua jenis, yakni tumbuh memanjang ke atas dan tanaman berdaun pendek melingkar berbentuk roset. Namun, yang sering kita temui umumnya berbentuk memanjang ke atas. Tanaman yang memiliki akar rimpang horizontal ini bisa tumbuh dengan tinggi mencapai 1,8 meter.

Di beberapa daerah, tanaman ini juga disebut sebagai tanaman pedang-pedangan. Sebab, bentuk daunnya panjang dan meruncing pada ujungnya, sehingga serupa dengan pedang. Sedangkan di belahan dunia barat kerap disebut snake plant lantaran dari kejauhan motifnya menyerupai sisik ular.

Karena aromanya yang khas, tanaman lidah mertua sering diletakkan di tempat-tempat tertentu untuk menghilangkan bau tidak sedap, seperti di toilet maupun di dapur. Bahkan, di Prancis, tanaman ini diekstrak minyaknya dan kemudian dijadikan parfum dan aromaterapi pewangi ruangan.

Selain punya sisi dekoratif sebagai tanaman hias, lidah mertua juga dikenal sebagai tanaman obat yang ampuh. Di Afrika, sansevieria sering menjadi pilihan untuk menawar racun dari gigitan binatang berbisa.

Meskipun belum ada pembuktian ilmiahnya, namun banyak yang mengatakan jika lidah mertua dapat mengurangi radiasi elektromagnetik. Radiasi tersebut dapat berbahaya dalam jangka waktu yang lama. Karena alasan tersebut, maka banyak juga yang meletakan lidah mertua di dekat komputer dan televisi.

Sejak jaman dahulu, lidah mertua terkenal sebagai salah satu obat luar yang mujarab. Beberapa penyakit luar yang dapat diobati oleh tanaman ini di antaranya adalah bengkak, eksim, dan luka. Di daerah Afrika, tanaman ini juga sering digunakan untuk menawarkan racun pada luka gigitan ular berbisa. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI