Menjadi Remaja Tangguh Bebas Narkoba

MASA remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, biasanya dimulai dari usia 11-12 tahun yang ditandai dengan sudah mengalami perubahan fisik dan mental. Perubahan fisik bisa dilihat dari perubahan penampilan, suara, maupun masa otot. Sedangkan Perkembangan mental merupakan suatu proses yang menggambarkan perilaku kehidupan social psikologi manusia/remaja pada posisi yang harmonis di dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas dan kompleks.

Menurut Havighurst perkembangan tersebut harus di pelajari, dijalani, dan dikuasai oleh setiap individu dalam perjalanan hidupnya. Hal ini merupakan tugas yang cukup berat bagi para remaja untuk lebih menuntaskan tugas perkembangan mentalnya sehubungan dengan semakin luas dan kompleksnya kondisi kehidupan yang harus di jalani dan dihadapi. Tidak lagi mereka dijuluki sebagai anak-anak melainkan ingin dihargai dan dijuluki sebagai orang yang sudah dewasa. Secara kognitif, remaja juga sudah bisa berpikir abstrak dan efektif.

Acara Edukasi Tanggungjawab dan Kepemimpinan Remaja yang mengambil tema Menjadi Remaja Tangguh Bebas Narkoba ini, bekerjasama dengan BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) DIY dengan antusiasme audiens yang tinggi. Tempat pelaksanaannya adalah Masjid Baabul Jannah, Leles, Condongcatur, Depok, Sleman, beberapa waktu lalu.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengedukasi remaja Islam Masjid Baabul Jannah mengenai pentingnya rasa tanggung jawab remaja terhadap diri sendiri, orang tua, lingkungan, masyarakat, studi, dan juga kepada Allah SWT. Berbagai godaan dunia yang begitu mempesona dan membangkitkan hasrat untuk mencoba sesuatu yang baru, bisa saja menjerumuskannya jika hal itu tidak diimbangi dengan bekal pengetahuan dan keimanan yang kuat.

Materi pertama adalah tentang bahaya narkoba yang disampaikan oleh Muhammad Ihsan dari BNNP DIY. Sesuai topiknya, materi yang dibahas adalah mengenai definisi narkoba, jenis, penyalahgunaan, efek yang ditimbulkan, dan bahayanya bagi tubuh pengguna. Narkoba singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Efek narkoba diantaranya adalah halusinasi (berkhayal), depresan (menekan kerja otak), stimulant (menghambat kerja
tubuh). Intinya, Narkoba harus dihindari karena bisa menyebabkan kerusakan tubuh yang telah diciptakan Allah SWT

Materi kedua adalah tentang Tanggung jawab dan kepemimpinan remaja yang disampaikan oleh Tien Suhartini, SS., MM., dosen prodi Manajemen Universitas Alma Ata. Materi yang dibahas adalah mengenai pengertian remaja, perubahan yang terjadi pada remaja, definisi kepemimpinan, pemimpin, karakter yang harus dimiliki, fungsi, syarat-syarat pemimpin, apa atau siapa yang dimaksud pemimpin dalam perspektif Islam, serta bagaimana cara menjadi remaja yang bertanggungjawab, baik terhadap diri sendiri, orang tua, lingkungan, masyarakat, studi, dan juga kepada Allah SWT. Kepemimpinan adalah proses seseorang mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (*)

 

BERITA REKOMENDASI