Mudik dan Arus Balik Selalu Macet, Pemerintah Harus Lakukan Ini

PENGAMAT transportasi sekaligus Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno, meminta pemerintah untuk menyediakan dana alokasi khusus (DAK) guna membenahi transportasi umum di daerah bagi masyarakat yang hendak mudik dan arus balik mudik.

Djoko menilai, pembangunan tol secara masif di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, cukup membantu dan memangkas waktu tempuh para pemudik yang mudik menggunakan kendaraan pribadi cukup signifikan.

Akan tetapi, berbagai negara yang lebih maju dari Indonesia dan sama-sama memiliki tradisi mudik, memiliki satu faktor pembeda yaitu transportasi umum yang memadai ke daerah tujuan.

“Saatnya pemerintah membenahi transportasi umum di tempat tujuan mudik. Pemerintah dinilai perlu menganggarkan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembenahan transportasi umum di daerah-daerah tujuan mudik,” kata Djoko dalam keterangannya, Senin (9/5/2022).

Selama ini, salah satu faktor pendorong banyak pemudik pilih menggunakan kendaraan pribadi, yang menyebabkan kemacetan panjang selama arus mudik lebaran saat pulang kampung adalah ketiadaan transportasi umum yang memadai di kampung halaman.

“Itu mestinya pemerintah pusat punya dana alokasi khusus (DAK) untuk membenahi transportasi umum di daerah. Kalau itu sudah, kelompok-kelompok kecil ini diangkut pakai bus gratis sekalian. Selain sepeda motor itu, di kampung halaman tidak ada angkutan umum lagi,” kata Djoko.

Saat ini, baru beberapa kota di Jawa yang transportasi umumnya relatif memadai untuk membantu distribusi para pemudik ke kampung halaman masing-masing.

BERITA REKOMENDASI