Pahami dan Bahagiakan Lansia Wujudkan Keluarga Sejahtera

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, SP.OG (K) menyampaikan “Problem Psikologis lansia yang dapat menyebabkan stres, depresi dan psikoas/schizophrenia dapat disebabkan oleh kondisi sosial lansia, kesepian, sakit, dan ekonomi lemah. Selain itu, permasalahan kesehatan reproduksi lansia akan mengalami menopouse pada wanita dimana terjadi penurunan hormon ekstrogen yang ditandai rasa lemah, hot flashes, perubahan suasana hati, insomnia. Serta, pada lelaki disebut andropouse yaitu penurunan fungsi hormon endrogen, ditandai dengan pernurunan libido, kurang tenaga, penurunan kekuatan otot, sedih dan marah tanpa sebab, penurunan ereksi dan mudah mengantuk”, jelas Hasto.

Hasto melanjutkan bahwa perlu adanya kemampuan dalam manajemen Stress sehingga kehidupan keluarga yang bahagia dan seimbang dapat diwujudkan. “Cintai orangtuamu. Kita terlalu sibuk tumbuh dewasa, kita lupa bahwa mereka juga tumbuh semakin tua.Daya tahan fisik yang semakin lemah, keterbatasan terhadap sumber daya ekonomi, penurunan pengaruh dalam pengambilan keputusan, serta penurunan hubungan sosial pada lansia menyebabkan lansia lebih rentan terhadap berbagai masalah, termasuk masalah Kesehatan.

Kondisi yang diinginkan bagi para lansia dapat terdiri dari The AIM SMART Elderly (Sehat, Mandiri. Aktif, Produktif), dimana menginginkan semua lansia untuk mencapai kondisi yang sehat, tidak bergantung pada orang lain dan mandiri, selalu aktif dalam menjalankan aktivitas, dan masih tetap produktif. Akan tetapi, untuk mencapai kondisi tersebut memerlukan tantangan.

Menurut Pusdatin Kemenkes 2020, 44% Lansia Indonesia memiliki Multimorbiditas (banyak penyakit). Pada Tahun 2018 saja penyakit yang menyerang para lansia 63,5% Hipertensi, 53,6% Gangguan Gigi, 18% Arthritis, 17% Gangguan Oral, 5,7% Diabetes Melitus, 4,5% Jantung Koroner, 4,4% Stroke, 0,8% Gagal Ginjal, 0,4% Kanker.

Menurut Dosen divisi Geriatri departemen Ilmu Penyakit dalam FKUI-RSCM sekaligus Kepala Bidang I Perhimpunan Gerontologi Medik (PERGEMI), Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-K Ger.,M.Epid, FINASIM selain berbagai penyakit tersebut terdapat suatu kondisi yang disebut sarkopenia dan Frailty “Kondisi Sarkopenia merupakan penurunan massa otot, kekuatan otot, dan performa fisik seperti kecepatan berjalan, kekuatan genggan tangan. Serta kondisi Frailty merupakan istilah baru tetapi lima tahun belakangan ini banyak sekali dibahas, yaitu dimana suatu kondisi klinis seseorang yang memiliki kerentanan untuk mengalami ketergantungn dan atau kematian ketika ada stresor/stress. Stress pada orang tua bisa sampai pada kondisi depresi juga. Stresor pun terdiri dari psikologis yaitu ada keluarga yang meninggal dunia, dan stresor fisik karena infeksi akut” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI