Penting, Pendidikan Keluarga di era Teknologi Informasi

BANDUNG, KRJOGJA.com – Pendidikan keluarga menjadi kian penting di era teknologi saat ini. Teknologi komunikasi,  bisa mendekatkan sekaligus berpeluang menjauhkan hubungan orang tua dengan anak.
Zaman terus berubah, dan teknologi terus berkembang.

Karena itu para orang tua harus membekali putra-putri mereka dengan ilmu pengetahuan dan karakter yang baik sejak usia dini. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi pada kegiatan Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga di Bandung, Kamis (6/12).

“Kemajuan teknologi menjadi peluang sekaligus tantangan bagi orang tua. Teknologi komunikasi saat ini bisa mendekatkan sekaligus berpeluang menjauhkan hubungan orang tua dengan anak,” ujarnya. 

Muhadjir menegaskan, di era industri 4.0 orang tua perlu melek teknologi, sehingga dapat mendampingi anak-anak mereka dalam mengakses internet, dan memilih konten yang sesuai dengan usia serta kebutuhan anak. “Keluarga adalah pendidik yang pertama dan utama. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak. Oleh karena itu, saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengembalikan keterlibatan keluarga dalam dunia pendidikan,” urainya.  

Keluarga merupakan salah satu pilar dalam tri sentra pendidikan. Saat ini peran keluarga semakin vital. Terlebih lagi waktu kebersamaan antara orang tua dan anak di rumah kerap berkurang karena tergantikan dengan teknologi.  
Bila tantangan kemajuan teknologi mampu kita hadapi, maka Indonesia dapat mencapai generasi emas secara gemilang pada 100 tahun Indonesia merdeka. Untuk meraih peluang tersebut, layanan pendidikan anak usia dini (paud) menjadi sangat penting.

Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar mengatakan penyiapan sumber daya manusia berkualitas harus diawali sejak usia dini. Karena itu investasi negara terhadap PAUD berkualitas memiliki arti penting di masa depan,"ujarnya .

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD adalah melalui Gerakan Nasional PAUD pada 6.783.658 juta anak usia dini di Indonesia. Sampai dengan tahun 2018 angka partisipasi anak  usia dini yang terlayani mencapai 74,3 persen.  

Sebagai upaya meningkatkan akses layanan pendidikan anak usia dini, pada tahun 2018 pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus  (DAK) BOP PAUD sebesar Rp 4,1 triliun. Sedangkan untuk membangun gedung baru, ruang kelas baru, rehabilitasi gedung, dan bantuan sarana pembelajaran, pemerintah menyalurkan Rp 67,1 miliar kepada 424 lembaga.

Selain itu pemerintah berupaya meningkatkan kualitas layanan satuan PAUD melalui kegiatan Penataan Kelembagaan PAUD dalam rangka peningkatan akreditasi satuan PAUD dengan sasaran 2.600 lembaga. Serta kegiatan pembinaan  Profesional Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD dengan sasaran sebanyak 2.100 lembaga atau dengan anggaran sebesar Rp 21 miliar.  

Dialog PAUD dan Kebijakan Keluarga 
Dialog ini merupakan ajang bagi pegiat, pemerhati, akademisi, pelaku serta pengambil kebijakan untuk berbagi pengalaman baik dan ide tentang paud dan pendidikan keluarga.

Pada kesempatan ini juga diselenggarakan acara Workshop pembahasan utama tentang penyelenggaraan PAUD dan Pendidikan Keluarga di masa depan.
Sejumlah topik yang diangkat antara lain pencegahan gagal tumbuh (stunting) melalui PAUD Holistik Integratif; keterlibatan orang tua dalam pengawasan perkembangan anak usia dini. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sejumlah workshop tentang PAUD dan pendidikan keluarga. (Ati)
 

 

BERITA REKOMENDASI