Pilih Berkawan, Galih Pakuan Mampu Membuat Insyaf Mantan Pengguna Narkoba

JUMLAH pemakai narkoba di Indonesia sudang sangat menguatirkan. Bahkan, penggunanya sudah menyasar anak-anak. Dari jumlah itu, hanya sedikit yang bisa terbebas dari jeratan barang haram itu. Sisanya, harus meregang nyawa karena kecanduan yang tak terobati di sisa hidup.

“Pengguna narkoba kecenderungan tidak memiliki kawan banyak. Kalau sudah keterganrungan berat, mati pilihannya. Kalau tidak pasti menjadi mati,” ungkap Muhammad Yusuf atau akrab disapa Bro Cupi (38) dalam testimoninya di dampingi Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (BRSKPN) ‘Galih Pakuan’ Wahidin, kepada media di kantornya Jumat (27/3 2020.

Bro Cupi merupakan pengguna narkoba yang dibina Galih Pakuan. Saat ini, setelah sembuh dia pun memilih untuk tetap berada di balai, membantu balai menjadi konselor. Sebelumnya, pria berbadan gempal itu telah mencicipi heroin  sejak saat masih duduk di bangku Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP). Akibatnya, 13 balai rehabilitasi pun telah dikenyamnya untuk penyembuhan dirinya. Namun, semua itu tidak mempan, bahkan dia sempat menggelandang selama 2 tahun di Terminal Lebakbulus, Jakarta Selatan.

Sampai akhirnya, Cupi ‘terdampar’ di Galih Pakuan, Putat Nutug, Bogor. Sampai saat ini, dia mengaku sudah enam tahun berada di balai tersebut. Dalam testimoninya, dia berpesan agar masyarakat khususnya keluarga, jangan menyingkirkan atau menolak para penyalahguna yang baru saja
dinyatakan sembuh dari balai rehabilitasi.

“Itu masa-masa rentan, mereka harus diterima dengan baik. Saya pernah baru pulang dari rehabilitasi, tetangga di kompleks perumahan saya lantas menganggap si pengacau balik lagi. Itu kan membuat kita bisa balik make lagi,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI