Sering Pakai Topi dan Helm Bikin Botak?

SIAPA bilang rambut hanya mahkota bagi kaum Hawa, buktinya banyak pria yang khawatir dengan kesuburan rambutnya. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak pria mencoba untuk mengonsumsi makanan yang dapat menambah kesuburan rambut.

Bukan hanya makanan, bahkan ada beberapa orang yang enggan untuk memakai helm, dengan alasan bahwa penggunaan helm yang berkepanjangan dapat menyebabkan kebotakan,  benarkah?

Melansir thehealthsite, Dr Sah Gaurang Krishna, MD (AIIMS) Spesialis Bedah Transplantasi Rambut dan Konsultan Dermatolog mengatakan, ini adalah mitos besar seperti mitos botak lainnya yang lazim di antara orang-orang.

Menurutnya, memakai helm, topi atau perlatan lain di kepala tidak terkait dengan rambut rontok atau kebotakan. Asumsi yang paling umum adalah bahwa helm ataupun topi dapat mencegah kulit kepala bernafas karena kurangnya suplai oksigen. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kerontokan rambut.

Namun, faktanya adalah folikel rambut tidak bergantung pada udara untuk menerima oksigen. Mereka mendapatkan dosis oksigen dari aliran darah Anda.

Sama seperti mengikat gaya rambut yang ketat atau membuat gaya rambut tertentu yang memicu alopecia, memakai helm atau pelindung kepala lainnya dengan kencang dan membuat kepala tidak nyaman, dapat mengganggu sirkulasi darah, dan ujung-ujungnya dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Namun, memakai helm atau topi yang kotor dapat menyebabkan infeksi kulit kepala yang mungkin menjadi penyebab kerontokan rambut Anda. Jadi jelas, kebotakan tidak akan hinggap pada memakai helm atau topi bersih. Untuk mengatasinya, Anda bisa menaruh sarung tangan yang bersih di dalam helm.

Selain itu, selalu lepaskan dan kenakan helm dengan lembut. Melepaskan helm terlalu kasar dapat menyebabkan rambut rontok, terutama jika Anda memiliki rambut tipis.

Masalah lainnya adalah stres. Banyak penelitian menyebut stres bertanggung jawab untuk banyak masalah kesehatan, mulai dari yang lebih kecil seperti sakit kepala, sampai penyakit yang mengancam jiwa seperti serangan jantung.

Namun, banyak orang yang stres rentan terhadap kebotakan, tetapi tidak berarti bahwa stres adalah satu-satunya faktor yang bertanggung jawab atas kebotakan.

Selain itu, kebotakan juga dikabarkan menjadi penyakit turunan keluarga. Anda tidak bisa berbuat banyak jika sudah mengalir dalaam gen Anda. Anda hanya bisa mengurangi kemungkinan kerontokan dengan mengikuti diet dan gaya hidup yang tepat, dan menghindari hal-hal yang dapat berkontribusi untuk mempercepat kerontokan rambut. (*)

BERITA REKOMENDASI