Si Kecil Punya Perilaku Jelek, Acuhkan Saja Selama Sepekan

ANAK merengek, memukul, dan sering mengamuk karena masalah sepele, memang cukup memusingkan. Hal pertama yang harus dilakukan orangtua untuk menghentikannya adalah ganti cara dan respon yang biasa diberikan kepada anak. Saat anak merengek dan mengeluh sepanjang hari itu cukup membuat orangtua stres. Tapi moms, Anda tak boleh memukul atau berkata kasar meski perilaku anak cukup menjengkelkan. 

Apalagi jika si kecil mulai memunculkan mood buruknya dengan bersikap tak sopan kepada orang lain atau di depan orang banyak. "Jika orangtua berfokus pada kelakuan buruk anak dan selalu mengatakan itu salah, anak akan selalu punya argument untuk membela diri,” jelas Bernard Percy, seorang konsultan parenting di Los Angeles.

Untuk itu orangtua tidak bisa meneruskan respon biasa yang mereka tunjukkan, ganti cara Anda dengan melakukan hal-hal lain, semoga dalam sepekan terjadi perubahan perilaku anak. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan apa apa respon yang salah selama ini. 

"Kesalahan yang dilakukan kebanyakan orangtua adalah menanggapi perilaku buruk. Ingat perhatian negatif tidak lebih baik daripada tidak merespon sama sekali," kata Ed Christophersen, Ph.D., psikolog klinis anak di Rumah Sakit dan Klinik Anak-Anak, di Kansas City, Missouri. 

Tidak perlu takut jika Anda mengabaikan perilaku anak. Jangan takut bila anak mengancam akan berteriak, menendang kursi, atau memecahkan gelas. Dr. Christophersen menyarankan untuk memberi tahu mereka tentang kebijakan baru orangtua untuk sepekan ke depan. Misalnya, “Kakak, ibu akan memberi pengumuman baru. Mulai sekarang, jika kakak merengek atau bertengkar, ibu akan berpura-pura tidak melihat atau mendengar. Apa kamu mengerti?" 

"Yeah, terserah," mungkin itu respon anak. Kemudian mulailah mengabaikan anak jika merengek di depan penjual jus karena minta dibelikan. Jika pedagang melihat Anda karena mungkin berasumsi kejam telah mengabaikan anak, beri saja senyuman. “Rupanya respon seperti itu cukup membuat anak mengerti bahwa ada hal yang tak disetujui atau tak disuka oleh orangtua dari sikap mereka,” kata Ed Christophersen seperti dilansir Parents, Selasa (12/9/2017). (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI