Situasi Pandemi, Jangan Abaikan Perkembangan Psikologi Anak

Pasalnya dalam kondisi anak lebih tertekan, konflik yang semestinya kecil bisa jadi besar. Untuk itu orangtua harus bisa dan pandai berkomunikasi sekaligus menempatkan diri. “Kalau perlu, orangtua yang mendahului minta maaf supaya bisa lebih cair lagi,” sambungnya.

Erlina juga menegaskan pentingnya pertemuan keluarga di tengah pandemi yang memungkinkan akan banyak permasalahan. Dengan pertemuan tersebut, permasalahan bisa dipecahkan dan disepakati bersama.

“Tapi yang perlu diingat, tempatkan semua anggota keluarga satu level agar bisa terjalin komunikasi yang baik. Tidak boleh ada yg merasa lebih. Diperlukan komunikasi untuk meredakan tensi psikologi. Perlu dibuat bahagia,” tukasnya. (Feb)

BERITA REKOMENDASI