Tiga Metode Belajar untuk Anak, Mana yang Paling Pas?

  1. SALAH satu kegiatan yang mungkin paling dihindari anak-anak adalah belajar. Belajar dianggap membosankan dan tidak memiliki unsur menyenangkan di dalamnya.

Padahal, sebenarnya belajar bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan loh. Tapi, yang harus disadari adalah bahwa setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda.

Gaya belajar sendiri merujuk pada cara yang disukai tiap orang dalam memproses pemahaman dan menerima informasi baru. Gaya belajar yang sangat umum terdengar di masyarakat berasal dari teori Fleming’s VAK.
Pada teori tersebut menyatakan gaya belajar terbagi menjadi tiga macam, yaitu visual (penglihatan), auditory (pendengaran), dan kinesthetic (kinestetik).
Meskipun anak-anak terlihat menguasai ketiga gaya belajar tersebut, hanya ada satu yang benar-benar efektif untuknya. Seperti yang dikutip dari LLCC, karakteristik anak dapat menentukan gaya belajarnya termasuk ke dalam visual, auditory, atau kinesthetic.
Gaya Belajar Visual (Penglihatan)

Anak dengan gaya belajar visual biasanya memiliki ingatan yang kuat terhadap apa yang mereka lihat. Ia akan mudah untuk mengingat orang, wajah, dan tempat yang pernah ditemui. Anak dengan gaya belajar ini juga senang membuat catatan yang bervariasi, seperti menulis dengan berbagai macam warna, bagan, atau diagram.

Selain itu, anak cenderung memiliki minat terhadap bidang seni seperti melukis, menggambar, atau kerajinan serta senang untuk membaca buku. Ketika belajar, anak tidak akan mudah terganggu dengan suara bising yang berada di sekitarnya.

Namun, perhatiannya dapat teralihkan jika ada visual atau gerakan yang mengganggu konsentrasinya. Anak dengan gaya belajar ini juga memiliki imajinasi yang jelas.

Nah, jika anak Anda menunjukkan cara belajar seperti di atas, kemungkinan ia masuk ke dalam gaya belajar visual.

BERITA REKOMENDASI