Tips Mendorong Si Kecil Mau Ngobrol Panjang-Lebar

KETIKA anak-anak pulang sekolah, main dari rumah teman atau tempat lain, biasanya orangtua bertanya apakah mereka senang atau "bagaimana harimu?" Jawaban yang sering keluar dari mulut anak seringkali singkat seperti "baik" atau 'ya' atau 'tidak'.

Mungkin agak sedikit menyebalkan ketika anak sangat hemat kata-kata. Padahal, orangtua tentunya ingin mendapat jawaban lebih untuk tambahan informasi tentang apa yang dialami anak di luar rumah.

Lalu, bagaimana caranya mendorong anak agar bercerita lebih banyak, sehingga menciptakan percakapan hebat dengan orangtua atau orang lain yang mengajak bicara? Seperti dilansir Familyshare, Sabtu (14/10/2017), inilah beberapa cara untuk mendorong anak bicara lebih banyak.

Jangan menunggu sampai di rumah, ajukan pertanyaan di mobil

Sewaktu mengantar anak-anak ke atau dari sekolah atau rumah teman, saat itulah anak-anak lebih cenderung untuk membuka diri dan berbicara dengan orangtua mereka. Dr. Laura Markham, psikolog klinis, menyarankan agar anak-anak lebih cenderung menjawab pertanyaan yang "dalam konteks yang tak terduga (dan terbatas)."

Naik mobil dan berbicara bukanlah hal yang baru, situasi ini menawarkan sedikit peluang dan tidak ada kontak mata yang diperlukan. Lebih mudah bagi anak-anak berbicara karen tak ada tekanan.

Jangan mengajukan pertanyaan dengan jawaban satu kata

Markham menyarankan agar mengajukan pertanyaan yang terfokus. Jadilah spesifik. Pertanyaan seperti itu akan mendorong mendapatkan jawaban yang luas. Masa sekolah anak kira-kira sekitar enam atau tujuh jam, mereka lelah, mungkin lapar, dan telah bekerja keras sepanjang hari. Dengan memberikan fokus khusus pada pertanyaan, lebih mudah bagi mereka untuk menjawab secara spesifik.

Coba tanyakan apa hal terbaik atau buruk dari hari mereka. Tanyakan siapa teman main, duduk, dan makan siang di sekolah. Tanyakan apa subjek sekolah favorit mereka atau kegiatan ekstra dan mengapa. Pertanyaan dan jawaban ini akan memberi wawasan tentang apa yang terjadi dengan anak. Bagaimana sekolah atau sosialisasi mereka jalani, apa yang mereka minati dan karakter teman yang mereka miliki.

Amati anak

Anak-anak tidak akan selalu mudah membuka diri. Dr. Markhamoffers menyarakan, "Jika anak Anda tidak terbuka untuk berbicara, buatlah pengamatan tentang apa yang mereka katakan, dan pikirkan tentang hal itu misalnya, 'Kakak sepertinya lelah, ibu ingin tahu apa saja kegiatan di sekolah tadi?'"

Ini adalah cara mencairkan kebekuan sederhana yang membuat anak yang tadinya enggan, akan lebih bersedia untuk membuka diri. Terkadang dorongan lembut ke dalam percakapan bisa banyak membantu. Karena Anda sudah melibatkan mereka dan melihat sekilas apa yang sedang terjadi, menjadi lebih mudah bagi anak Anda untuk melanjutkan percakapan.

Jangan ceramah atau bereaksi berlebihan

Terkadang anak-anak mungkin hanya perlu membicarakan masalah mereka, daripada diberi kuliah. Jika ada masalah sebenarnya, Anda bisa memberikan beberapa dukungan untuk membantu mereka memecahkan masalah. Beri anak dukungan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Ini adalah saatnya membimbing anak-anak dengan lembut melalui situasi sulit atau mendengarkan dengan saksama saat mereka berbicara, mereka merasa divalidasi. Mereka tahu perasaan mereka penting. (*)

BERITA REKOMENDASI