Yuk, Ajari Anak Agar Tidak Boros

"Mau jadi dokter ada sekolahnya, mau jadi pilot juga ada sekolahnya. Kita adalah orang tua yang tidak pernah sekolah orang tua. Jadi, lebih baik belajar menjadi orang tua yang lebih baik ketimbang hanya bisa menghukum anak setiap harinya," begitulah pernyataan yang diucapkan Ayah Edy, praktisi parenting.

Pernyataan tersebut seharusnya dapat membuat para orang tua yang terbiasa menghukum anak tanpa memperhatikan kesalahan sendiri tertohok. Pasalnya, akan ada dampak yang buruk di balik hukuman dan perilaku yang ditunjukkan orang tua pada anak.

Selama ini, sebagian besar orang tua di Indonesia bahkan dunia mengadopsi pola asuh didik yang terdiri dari menghukum, memaki, menasehati, membandingkan, mencubit dan memukul. Anak memang akan bisa menurut dan menaati perintah orang tua, namun dampak dari pola asuh didik tersebut dapat membangun sikap buruk anak tanpa orang tua sadari.

"Saya dulu suka marah-marah, memaksakan kehendak, berteriak saat memerintah dan bahkan mengancam. Hingga suatu saat saya sadari sikap Mima jadi suka mengamuk, memaksa, teriak-teriak, dan mengancam," ucap Mona Ratuliu, praktisi parenting dan penulis buku Parenthink, Rabu (20/9/2017), di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, Mona menceritakan kehidupan mendidik dan mengasuh anaknya, ada suatu hari akhirnya anak pertamanya Mima, mengatakan kalimat yang membuat dadanya sesak dan merasa kesalahan yang telah ia lakukan amat besar karena salah memilih pola asuh didik. Mona baru menyadari hal tersebut saat Mima mengatakan "Aku nggak suka punya ibu kayak bunda!".

"Tanpa sadar children do whatever they see, sederhanya mereka akan meniru sikap orang tua saat mengajarkan mereka," ucapnya.

Pentingnya memperhatikan tindakan dan bersikap di depan anak tidak dapat dianggap sepele oleh para orang tua. Begitupun pada perihal finansial alias keuangan. Para orang tua sebaiknya telah membicarakan uang pada anak bahkan pada umur mereka di bawah lima tahun. Sebab, ada beberapa manfaat dari membicarakan uang pada anak untuk kelola uang, diantaranya sebagai berikut:

1. Terbiasa merencanakan hidupnya

Ketika anak menginginkan sesuatu, mereka akan merencanakan tindakan-tindakan untuk membuat rencananya berjalan lancar. Untuk itu, orang tua sebaiknya mengajarkan anaknya untuk berusaha terlebih dahulu sebelum mendapatkan apa yang anaknya ingini.

2. Terbiasa berpikir jangka panjang, anak-anak yang telah terbiasa untuk berusaha sebelum mendapatkan hal yang mereka ingini biasanya akan berpikir jangka panjang. Mereka akan mempertimbangkan hal-hal terkait yang mereka usahakan, keuntungan dan kelemahan dari tindakan yang kelak mereka tempuh.

3. Belajar mengambil keputusan terjadi setelah mereka berpikir jangka panjang mengenai risiko yang akan mereka temui nantinya. Misal, ketika mereka menginginkan sebuah mainan baru, mereka harus menabung terlebih dahulu, dan menghemat uang jajan. Dalam tahap ini, anak akan mempertimbangkan antara tersiksa karena harus menghemat uang jajan atau senang karena membeli mainan baru.

4. Bijak menggunakan uang akhirnya mereka lakukan. Oleh karena anak harus menempuh usaha-usaha terlebih dahulu demi mendapatkan yang mereka ingini dan usaha tersebut memerlukan perjuangan, jadi anak akan lebih bijak dalam menggunakan uangnya, sederhananya mereka akan terlatih hidup secukupnya dan jauh dari gaya hidup hedonisme. (*)

 

BERITA REKOMENDASI