2050, Bakteri Super Ancam Jutaan Manusia

JUTAAN penduduk di Eropa, Amerika Utara dan Australia terancam oleh infeksi bakteri super yang kebal terhadap berbagai jenis obat-obatan. Peringatan tersebut dilayangkan oleh Organisasi Kerjasama Pembangunan Ekonomi Eropa (OECD).

Dikutip dari laman DW, Senin (3/12/2018), OECD mewanti-wanti wabah bakteri super bisa menyebabkan "konsekuensi buruk" pada kesehatan publik dan anggaran kesehatan. Organisasi itu menuntut agar pemerintah di berbagai negara memperbaiki standar kebersihan di rumah sakit dan mengurangi penggunaan antibiotika pada pasien.

Menurut studi teranyar sebanyak 33.000 orang meninggal dunia di Eropa pada 2015 silam akibat bakteri yang kebal obat-obatan.

Dalam laporannya OECD meramalkan korban jiwa akibat bakteri super pada 2050 bisa mencapai hingga 2,4 juta orang. Adapun anggaran yang diperlukan untuk meredam wabah tersebut akan berada di kisaran 3,5 triliun Euro untuk setiap negara.

Indonesia, klaim OECD, termasuk negara yang paling rajin mengkonsumsi antibiotika untuk keperluan medis atau untuk kesehatan hewan di sektor peternakan.

Akibatnya muncul jenis bakteri baru yang kebal terhadap obat-obatan yang didesain untuk membunuhnya. Bersama Brazil, China dan Rusia, saat ini sebanyak 60 persen infeksi bakteri di Indonesia misalnya sudah dinyatakan kebal terhadap setidaknya satu jenis antibiotika.

Fenomena resistansi antibiotik alias AMR dikhawatirkan akan semakin mengancam jika tidak ditanggulangi secara komperhensif.

"Penanggulangan AMR berbiaya lebih mahal ketimbang penyakit flu, HIV atau Tuberkulosis," kata Michele Cechhini, Direktur Kesehatan Publik di OECD.(*)

BERITA REKOMENDASI